JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Program KIP Salah Sasaran, Ini Jawaban Dinas Pendidikan Sragen

Program KIP Salah Sasaran, Ini Jawaban Dinas Pendidikan Sragen

90
BAGIKAN
ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP).
ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP).

SRAGEN – Dinas Pendidikan Sragen menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) digulirkan.

Sehingga sejauh ini dinas juga tak bisa berbuat banyak lantaran tak memiliki kewenangan soal KIP yang belakangan ditemukan banyak salah sasaran tersebut.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suharto,  melalui Sekretaris Dinas, Suwardi, Selasa (24/1/2017).

Kepada Joglosemar, ia mengatakan selama ini pelaksanaan dan program KIP sepenuhnya ditangani langsung oleh pusat.

Distribusi kartu bantuan untuk pelajar tidak mampu itu juga langsung dikirim dari pusat ke masing-masing siswa penerima. Bahkan, proses penyerahan kartu ke siswa pun juga tidak melibatkan pihak dinas.

“Sepertinya KIP itu langsung dikirim ke alamat masing-masing siswa. Dinas malah tidak dilibatkan sehingga kami juga tidak punya wewenang kalau ternyata ada banyak yang salah sasaran,” paparnya.

Penentuan data siswa penerima KIP pun juga langsung di pusat. Menurutnya sejauh ini, dinas juga belum mendapatkan data riil berapa siswa Sragen yang mendapat program KIP tersebut.

Dinas masih menunggu data laporan dari bawah siswa penerima KIP. Terkait kasus salah sasaran, menurutnya, semestinya memang harus dibetulkan.

Jika sampai ada penerima yang ternyata sudah bekerja atau malah sudah menikah, sebenarnya itu juga tidak pas lantaran program KIP itu ditujukan untuk pelajar.

Atas kasus tersebut, pihaknya menyarankan agar ke depan apabila ada program berkaitan dengan daerah, seyogianya pemerintah pusat juga bisa melibatkan daerah atau dinas setempat.

Termasuk data yang digunakan juga mestinya data yang akurat sehingga benar-benar tepat sasaran.

Wardoyo