JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Proyek Flyover Manahan, Kucuran Dana Pusat Tersendat

Proyek Flyover Manahan, Kucuran Dana Pusat Tersendat

78
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
FLY OVER MANAHAN- Pengendara pengendoar melintas di Jalan Dr Moewardi, Manahan, Solo, Senin (26/12). Rencana di kawasan tersebut akan di bangun flyover.

SOLO –  Proyek pembangunan flyover Manahan yang diprediksi bakal rampung dalam waktu satu tahun kemungkinan molor.

Hal ini sangat mungkin terjadi jika kucuran dana dari pemerintah pusat tidak bisa terealisasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta masih menunggu kepastian anggaran yang akan dipakai untuk pembangunan flyover Manahan. Pasalnya ada ganjalan regulasi terkait kucuran dana dari pemerintah pusat mengingat status jalan bukan jalan nasional.

“Pemerintah pusat masih terbentur aturan status jalan dan itu masih dibahas. Kita masih menunggu dan Walikota akan ke Jakarta, kalau itu jalan nasional tidak masalah,” terang Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Surakarta, Nur Basuki, Senin (30/1/2017).

Nur menjelaskan seluruh persiapan, termasuk penyusunan detail engeneering design (DED) telah dilakukan. Proses lelang bisa segera dilakukan jika anggaran dari pusat cair.

Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 52 miliar untuk pembangunan fisik, belum termasuk anggaran pembebasan lahan, drainase dan pemindahan tiang listrik.

“Kalau memakai dana APBD tidak cukup dan itu bisanya untuk pendampingan saja. Kita berharap dapat anggaran dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Sekadar diketahui APBD 2017 telah menganggarkan dana Rp 30 miliar untuk proyek ini. Jika nantinya kucuran dana dari pemerintah pusat gagal terealisasi, opsi yang bisa dipilih Pemkot adalah melakukan pembangunan dengan sistem multiyears.

“Kalau anggaran dibebankan APBD kota bisa dikerjakan secara multiyears dan ini harus ada komitmen dari DPRD. Mudah-mudahan pekan ini sudah ada kepastian soal anggarannya itu dan langsung di proses pengerjaannya,” ungkapnya.