JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Proyek Pasar Kedawung Rp 1,8 Miliar Amburadul, Pedagang Kecewa

Proyek Pasar Kedawung Rp 1,8 Miliar Amburadul, Pedagang Kecewa

234
BAGIKAN
BELUM SELESAI- Sejumlah pekerja terlihat masih merampungkan pekerjaan di pintu masuk dan kios Pasar Kedawung, Kecamatan Kedawung, Minggu (8/1/2017). Foto : Wardoyo
BELUM SELESAI- Sejumlah pekerja terlihat masih merampungkan pekerjaan
di pintu masuk dan kios Pasar Kedawung, Kecamatan Kedawung, Minggu (8/1/2017). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Proyek renovasi Pasar Kedawung di Kecamatan Kedawung yang diklaim baru saja selesai, justru mengundang banyak keluhan dari pedagang.

Pasar yang dibangun dengan anggaran Rp 1,8 miliar dan rencananya mau boyongan Senin (9/1/2017) hari ini, masih amburadul dan memantik kekecewaan dari pedagang.

Keluhan itu mencuat lantaran kondisi pasar baru itu dinilai masih banyak kekurangan. Seperti tidak adanya pintu dan sekat pada los.

“Harusnya kalau dibangun itu ya semuanya. Ini sepertinya cuma atap dan gedung saja, sementara pintunya pintu lawas dipasang lagi. Sekat antar los juga nggak dikasih. Terpaksa buat sendiri. Saluran air juga hanya dipermak saja,” ujar Wahyu, Minggu (8/1/2017).

Dirinya bahkan harus menyewa tukang untuk membenahi sekat losnya. Kondisi pasar yang dinilai belum selesai membuat sebagian besar pedagang kemarin berjibaku menyelesaikan sekat dan pintu kios maupun los agar bisa segera buka.

Tak hanya itu, beberapa pedagang juga mengaku kebingungan karena meteran air dari PDAM yang dibongkar pekerja, sampai Minggu (8/1/2017), tak jua dipasang.

Darmani (50), pedagang lain menuturkan selain dirinya ada tujuh pedagang yang meterannya hilang dibongkar. Di antaranya Mbah Joyo, Marindi, Tri, Nano dan beberapa pedagang lain.

Menurutnya, penataan konsep jalan masuk setelah direnovasi, justru malah kacau serta tak menguntungkan bagi pengunjung maupun pedagang.

Ia menilai pembangunan itu hanya megah dari luar tapi malah mengacaukan dari segi prospek serta penataan.

“Lihat itu Mas, mau boyongan, jalan masuk saja masih rusak. Lalu jalan dari pintu utama ini malah jadi sempit dan nggak bisa dilewati mobil maupun motor. Sementara jalan masuk dari belakang sama malah ngoblak-ngoblak mobil saja sangat longgar. Padahal wajahnya dari depan sini. Bagaimana nanti pedagang dan pengunjung mau lewat wong jalannya sempit begini,” urainya kesal.