JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Punya Teknologi Gres, AS Jajaki Kerja Sama Kelola Sampah dengan UNS

Punya Teknologi Gres, AS Jajaki Kerja Sama Kelola Sampah dengan UNS

28
BAGIKAN
Ilustrasi | dok.Joglosemar
Ilustrasi | dok.Joglosemar

SOLO– Amerika Serikat (AS) menawarkan beragam teknologi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di Indonesia.

Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) AS, Joseph R Donovan saat melakukan kunjungan ke Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis (19/1/2017). Joseph mengaku, banyak manfaat yang bisa diambil dari pertemuan bersama akademisi, perwakilan kabupaten, pelaku bisnis lokal.
“Saya berharap kunjungan ini menjadi contoh yang sempurna untuk kemitraan strategis,” kata Joseph.

Dalam kesempatan tersebut,  UNS bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Sukoharjo merintis kerja sama dengan AS terkait pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah di Negeri Paman Sam dinilai dapat diterapkan di kedua kabupaten.

Rektor UNS, Ravik Karsidi mengatakan, AS melalui Kedutaan besar di Indonesia sangat mendukung upaya pengelolaan sampah yang diupayakan kedua kabupaten. Bahkan kedua kabupaten tengah menjajaki kerja sama sister city dengan salah satu di Kota di New York. “Kerja sama pengelolaan sampah antara UNS, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Amerika Serikat ini bisa menjadi pintu masuk pengembangan kerja sama lainnya,” kata Ravik.

“Kami di sini (UNS) punya beberapa ahli yang nanti akan bekerja sama dengan ahli dari Amerika Serikat,” ujar Ravik.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan pengelolaan sampah yang dipakai rencananya menggunakan metode pemilihan menjadi kompos. Alasannya, sampah sebagian besar adalah organik. Sehingga kompos ke depan dapat dijual kembali dan dapat memberikan nilai tambah.

“Tahun ini rencananya akan dimulai. Tak kalah penting adalah bagaimana mendidik masyarakat agar membuang sampah secara tertib,” kata Juliyatmono

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengatakan bahwa pengelolaan sampah di AS sudah tertata rapi dan di Indonesia masih acak-acakan. “Saya berharap kerja sama pengelolaan sampah dapat segera dimulai,” kata Wardoyo.

# Dwi Hastuti