JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Puting Beliung Terjang Peternakan Ayam di Sragen, 2.500 Ayam Mati

Puting Beliung Terjang Peternakan Ayam di Sragen, 2.500 Ayam Mati

112
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo LULUH LANTAK- Personel Babinsa Koramil Miri membantu evakuasi reruntuhan bangunan peternakan ayam di Desa Geneng, Miri, Sragen, Kamis (19/1).
Joglosemar | Wardoyo
LULUH LANTAK- Personel Babinsa Koramil Miri membantu evakuasi reruntuhan bangunan peternakan ayam di Desa Geneng, Miri, Sragen, Kamis (19/1).

SRAGEN—Musibah angin putting beliung menerjang Desa Geneng, Kecamatan Miri, Sragen, Kamis (19/1/2017) dini hari sekira pukul 00.40 WIB.

Sebuah peternakan ayam berukuran besar milik Aryamto, warga Dukuh Tileng, Kaloran, Gemolong yang disewa oleh pengusaha setempat, Suharno, luluh lantak diterjang angin berkecepatan tinggi tersebut.

Tidak hanya kandang yang roboh total, musibah itu juga membuat ribuan ayam yang sedianya hendak dipanen mati dengan kerugian mencapai ratusan juta. Informasi yang dihimpun di lapangan, terjangan angin terjadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Menurut keterangan warga, angin datang mendadak dengan kecepatan tinggi. Karena berada di areal terbuka, terjangan angin membuat kandang yang terbuat dari bambu itu tak cukup kuat untuk bertahan.  Kandang langsung ambruk rata tanah.

“Beruntung, dua orang karyawan yang bertugas, tidur di bangunan terpisah dengan kandang. Sehingga bisa selamat. Kandang itu sebenarnya berkapasitas 6.000 ekor ayam tapi hanya terisi 5.500 ekor dan sebenarnya sudah siap panen semua. Rencananya malah hari ini dipanen tapi malah kedhisikan ambruk,” papar Camat Miri, Agus Winarno, Kamis kemarin.

Dari hasil pengecekan, dari 5.500 ekor ayam yang mayoritas berumur 29 hari atau sehari jelang panen itu, ada 2.500 ekor yang mati. Sedangkan sisanya masih bisa diselamatkan.

Dari jumlah 2.500 yang mati, kerugian materiil ditaksir mencapai hampir Rp 200 juta. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya kemarin pagi langsung mengecek lokasi bersama tim dari Koramil dan Polsek setempat.

“Bangunan kandang itu memang sudah tua berusia hampir sembilan tahun dan kondisinya sudah lapuk. Sehingga begitu kena angin langsung roboh,” jelasnya.

Sementara, Danramil Miri, Kapten (inf) Prihatin Yudo Tri Widodo mewakili Dandim 0725, Letkol (inf) Denny Marantika menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Sesaat setelah kejadian, kemarin pihaknya bersama Babinsa, Muspika dan warga membantu proses evakuasi reruntuhan kandang dan evakuasi ayam yang masih bisa diselamatkan.

 Wardoyo