JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Putra Sri Hartini Menghilang, Ada Apa?

Putra Sri Hartini Menghilang, Ada Apa?

2126
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi
2607 - Begog
Begog D Winarso
Pekerja Pers; Ketua Dewan Penasihat PWI Surakarta

Jika ditelusuri lebih mendalam, kasus dugaan suap promosi dan mutasi jabatan yang dilakukan Bupati Klaten Sri Hartini bagaikan air hujan: bisa mengalir ke mana saja. Tak hanya berkutat di seputaran kasus tersebut – yang diduga juga melibatkan Andy Nugroho, anak sulung Hartini – tapi bisa menguak kasus lain.

         Prediksi itu kalau KPK mau bisa merunut dari temuannya berupa uang Rp 3 miliar di almari kamar Andy di rumah dinas sang ibu pada Minggu (1/1). Menurut Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, pihaknya masih menyelidiki temuannya. Apakah itu uang pribadi (Andy) atau uang yang ada kaitannya dengan kasus suap promosi dan mutasi jabatan yang oleh Hartini dititipkan Andy, kata Febri, masih dalam penyelidikan seksama petugas KPK.

        Andai uang tersebut terkait kasus suap Hartini sudah pasti Andy bisa terseret ke ranah itu. Setidaknya, Andy punya peran signifikan dalam kasus yang membelit bundanya. Namun, jika bukan dan merupakan uang pribadi Andy, penyidik KPK bisa mengorek asal-usul uang yang nilainya tidak kecil itu. Nah, dari situ bisa dilacak dan diungkap apakah uang dimaksud haram atau halal.

       Maksud saya, Andy mempunyai uang sebanyak itu sumbernya dari mana? Pertanyaan ini sungguh penting karena Andy – kini menjabat Ketua Komisi IV DPRD Klaten – sangat tidak masuk akal bisa mengumpulkan uang Rp 3 miliar, dan hanya disimpan dalam almari. Kabarnya, ia punya berbagai bisnis di antaranya pompa bensin. Tapi secara logika bisnis, seorang pengusaha tabu menyimpan uang pemasukan/penghasilan bisnisnya di saku bajunya (baca: disimpan di rumah).