JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Restorasi Sungai di Klaten Belum Maksimal

Restorasi Sungai di Klaten Belum Maksimal

74
BAGIKAN
Joglosemar/Dani Prima BERSIH SUNGAI - BPBD Klaten, para relawan dan masyarakat bergotong royong melakukan kegiatan bersih sungai Talang di Kecamatan Bayat, beberapa waktu lalu.
Joglosemar/Dani Prima
BERSIH SUNGAI – BPBD Klaten, para relawan dan masyarakat bergotong royong melakukan kegiatan bersih sungai Talang di Kecamatan Bayat, beberapa waktu lalu.

KLATEN—Program kegiatan sekolah sungai yang dimulai pada Februari tahun 2016 lalu dinilai belum maksimal.

Kegiatan restorasi sungai dalam program tersebut dinilai belum menyentuh bagian hulu sampai hilir. Pasalnya masih sering ditemui adanya tumpukan sampah di sungai.

Pengamat lingkungan yang juga relawan, Djoko Sardjono mengatakan, pengelolaan sungai berkelanjutan berbasis komunitas harus dilengkapi bekal pengetahuan yang jelas.

Selain itu perlunya sinergitas antara stakeholder, pengelola sungai, masyarakat, akademisi, dan pemerintah.

Di Klaten, kata dia, restorasi sungai sudah dilakukan sejak Februari lalu dengan kegiatan bersih sungai secara massal. Upaya itu kemudian dilanjutkan sampai saat ini.

Hanya saja upaya yang dilakukan dalam pengelolaan sungai masih sepotong-potong. Artinya hanya dilakukan di bagian tengah sungai, sedangkan kondisi hulu dan hilir masih memprihatinkan.

“Sejauh ini (restorasi sungai) belum ideal. Seharusnya idealnya pengelolaan sungai dimulai dari hulu sampai hilir, kalau perlu sampai ke muara sungai,” kata Djoko, Minggu (15/1/2017).

Menurutnya, perlu adanya pemantuan dan evaluasi dalam melakukan restorasi sungai. Kalau hal itu tidak dilakukan maka upaya pengelolaan sungai akan sia-sia.

“Beberapa sungai di perkotaan yang pada waktu lalu sudah dibersihkan, saat ini kondisinya sudah berubah, mulai terlihat tumpukan sampah dan pendangkalan,” katanya.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah Sungai Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan restorasi sungai dilakukan untuk mewujudkan visi Sungai Klaten Tebersih Sedunia Tahun 2045.

Untuk itu perlunya dukungan semua elemen masyarakat. Diakuinya, sampai saat ini kesadaran masyarakat Klaten untuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai masih rendah.

Hal itu terlihat masih dijumpainya limbah dan sampah yang menumpuk di sungai, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan rawan banjir.

Dani Prima