JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Miriss..Rodiyah, Manusia Kayu Asal Miri Sragen, 11 Tahun Bertahan Hanya Diasuh Nenek...

Miriss..Rodiyah, Manusia Kayu Asal Miri Sragen, 11 Tahun Bertahan Hanya Diasuh Nenek 80 Tahun

1252
BAGIKAN

MANUSIA KAYU- Rodiyah (37), gadis manusia kayu asal watubucu RT 20, Jeruk, Miri hanya tergolek lemah di ranjang dan kondisinya lebih parah dari Sulami. Foto diambil Sabtu (28/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
MANUSIA KAYU- Rodiyah (37), gadis manusia kayu asal watubucu RT 20, Jeruk, Miri hanya tergolek lemah di ranjang dan kondisinya lebih parah dari Sulami. Foto diambil Sabtu (28/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
,

SRAGEN- Rodiyah (37), manusia kayu kedua asal Dukuh Watubucu, RT 20 Desa Jeruk, Kecamatan Miri, juga menghadirkan kisah memilukan. Selama hampir 11 tahun, ia juga berjuang bertahan hidup hanya diasuh ibunya yang sudah berusia 80 tahun.

“Sudah sejak 2006 dia nggak bisa apa-apa. Di rumah diasuh oleh ibunya yang berusia 80 tahun,” papar Kades Jeruk, Tri Wahyu Setyo Edi, Sabtu (28/1/2017).

Menurutnya, kondisi peradangan tulang dan sendi yang dialami Rodiyah terjadi ketika mengunjak remaja. Namun kondisi parah hingga tak bisa bergerak dirasakan sejak 11 tahun lalu.

Karena kondisi tulang dan sendinya juga mengeras mirip kayu, selama 11 tahun, Rodiyah nyaris tak bisa apa-apa. Ia hanya tergolek di ranjang dengan hanya bisa makan dan minum saja.

Bahkan, sejak kaku total, buang air pun juga dilakukan di ranjang. “Yang mengasuh ibunya, sudah usia 80 tahun. Kasihan kalau melihatnya,” jelasnya.

Selama ini, Rodiyah memang sudah mendapatkan bantuan Rp 300.000 perbulan dari dinas sosial. Rodiyah adalah anak ketuju dari tujuh bersaudara. Ibu yang setia mengasuhnya bernama Siti Natun.

“Sudah nggak bisa apa-apa mas. Semua nggak bisa digerakkan. Sudah lama begini mas,” ujar Rodiyah, lirih.

Kades Jeruk, Tri wahyu Setyo Edi menuturkan kekakuan tulang Rodiyah dirasakan sejak 2006 lalu. Kekakuan itu sengan cepat menjalar ke seluruh tuLamg dan persendian hingga membuatnya harua tergolek di ranjang.
Dia selama ini diurus oleh Ibunya Siti Natun.

Bidan Desa Jeruk Subiyati, menyampaikan Sselama ini Rodiyah juga sudah mendapatkan penanganan rutin dari petugas Puskesmas. Akan tetapi penanganan hanya terbatas untuk mengecek kondisi saja lantaran kondisi yang dialami memang sudah ssangat parah.

”Kegiatannya di rumah hanya dilakukan di atas ranjang, baik makan sampai buang air. Dia sudah tidak bisa bergerak sama sekali. Namun untuk makan minum masih normal,” ujarnya.

Sedangkan kondisi mulutnya masih bisa bicara meski hanya lirih lantaran gerakan mulut pun sangat sangat terbatas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan kondisi penyakit yang dialami Rodiyah. Bersama Bupati Sragen, pihaknya sudah menengok kondisi Rodiyah. Menurutnya penyakit yang dialaminya diduga kerena genetik.

“Melihat kondisinya, ini lebih parah dari Sulami. Segera nanti kami akan rujuk ke RSUD Moewardi Solo agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut,” Ujarnya.

Dia menyampaikan Pemerintah Sragen sudah berkoordinasi dengan RSUD Dr Moewardi. Hal ini sebagai bentuk perhatian bahwa pemerintah tidak mengabaikan warga Sragen yang membutuhkan pertolongan. Wardoyo