JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Rp 900 Juta untuk Darurat Bencana di Klaten

Rp 900 Juta untuk Darurat Bencana di Klaten

23
BAGIKAN
Sebuah mobil crane dari DPU ESDM Klaten saat melakukan evakuasi pengangkatan pohon tumbang yang menimpa mobil Honda CRV di Jalan Pemuda Klaten, Selasa (8/11/2016) sore. Foto : Dani Prima
Sebuah mobil crane dari DPU ESDM Klaten saat melakukan evakuasi pengangkatan pohon tumbang yang menimpa mobil Honda CRV di Jalan Pemuda Klaten, Selasa (8/11/2016) sore. Foto : Dani Prima

KLATEN—Pada tahun ini, Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan bencana di Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten sebesar Rp 500 juta.

Selain itu, untuk anggaran droping air bersih nanti Rp 100 juta dan untuk anggaran logistik Rp 300 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto mengatakan, tahun lalu DSP hanya sebesar Rp 60 juta. Sedangkan dana di pos droping air bersih untuk penanganan daerah rawan kekeringan sebesar Rp 200 juta.

Tapi anggaran senilai RP 260 juta tersebut tidak terpakai dan kembali ke kas daerah. Anggaran itu tidak terserap karena musim kemarau tahun lalu lalu masih turun hujan.

“Untuk anggaran droping air bersih memang hanya separuh dari tahun lalu. Tapi untuk DSP meningkat menjadi Rp 500 juta. Dana ini dapat kita gunakan bila anggaran droping air telah habis,” tuturnya, Senin (23/1/2017).

Bambang melanjutkan, sedangkan anggaran logistik Rp300 juta itu, diperuntukkan, antara lain pengadaan karung plastik, beronjong kawat, dan sembako untuk bantuan korban bencana.

Selain itu, ada bantuan dari provinsi sebesar Rp 280 juta. Dana ini untuk pengadaan peralatan penanganan bencana, seperti gergaji mesin dan posko di empat titik.

Untuk kegiatan pencegahan bencana tahun ini, menurut Bambang, BPBD Klaten menggiatkan program pelatihan pengurangan risiko bencana yang melibatkan relawan.

Kini, anggota masyarakat yang bergabung menjadi relawan bencana tercatat sekitar 3.000 orang. Mereka dari 56 kelompok (komunitas) relawan diKlaten.

Di luar komunitas relawan, masih terdapat 31 relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Klaten. TRC bermarkas di posko BPBD dan siaga bencana 24 jam.

BPBD Klaten juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, sebagai upaya untuk pengurangan risiko bencana.

Dani Prima