JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Saat Dievakuasi, Jasad TKI Sragen Terbakar di Taiwan Tak Bisa Dikenali

Saat Dievakuasi, Jasad TKI Sragen Terbakar di Taiwan Tak Bisa Dikenali

284
BAGIKAN
TAK KUASA- Saiman Siswo Wiryanto (67), orangtua TKI asal Kedawung, yang tewas terbakar di Taiwan tak kuasa menahan air mata mengenang putranya itu, Kamis (26/1/2017). Joglosemar/Wardoyo
TAK KUASA- Saiman Siswo Wiryanto (67), orangtua TKI asal Kedawung, yang tewas terbakar di Taiwan tak kuasa menahan air mata mengenang putranya itu, Kamis (26/1/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Saat kali pertama ditemukan dan dievakuasi, jasad Heri Eko Saputro (43), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Bahak, Desa Kedawung, Kedawung, Sragen, yang tewas terpanggang di mess perusahaannya yang terbakar di Taiwan, sudah sulit dikenali.

Hal itu terjadi lantaran tubuh Heri Eko Saputro (43) tidak hanya terbakar namun juga tertimpa reruntuhan bangunan mess yang luluh lantak dilalap kobaran api Selasa (24/1/2017) petang waktu setempat.

‘Malam itu anak saya, adiknya almarhum, yang ada di sana (Taiwan) telepon dan mengabari kalau evakuasi tidak bisa dilakukan karena sudah malam. Evakuasi akan dilanjutkan esok harinya jam 10.00 waktu Taiwan,” ujar Saiman Sastro Wiryanto (67), orangtua Eko.

Saiman pun menuturkan tak tega acapkali mengingat saat dirinya dikirimi foto jasad anaknya melalui handphone oleh putra ketiganya, Samsu Nur Hidayat dari Taiwan. Menurut Saiman, foto jasad putra sulungnya seusai dievakuasi memang sangat mengenaskan.

“Alhamdulilah jam 10.00 waktu Taiwan jenasahnya sudah ditemukan. Namun fotonipun sudah nggak bisa dikenali. Astagfirullaaal adzim.. Ya allah,” ujarnya sembari menangis tersedu-sedu.

Pensiunan guru itu pun mengakui jika kepergian putranya yang sudah beristri dengan dua anak itu memang teramat memukul keluarga. Terlebih, dua hari sebelum kejadian, Sabtu (21/1) malam, almarhum masih sempat kontak dengan keluarga melalui fasilitas video call.

‘Bahkan, anaknya sempat manggil ayah.. ayah kalau pulang beli mobil ya yah,” ucapnya.

Kades Mojokerto, Kedawung, Sunarto membenarkan adanya musibah tersebut. Menurutnya sebelum berangkat ke Taiwan, korban memang sempat tinggal dan tercatat sebagai warga Dukuh Mojokerto RT 20, Kedawung. Setelah itu, korban berpindah ke Dukuh Bahak. Informasi kematian Eko diketahuinya Selasa malam dari keterangan pihak keluarga.

“Sebelumnya memang jadi warga saya. Setelah berangkat ke Taiwan, rumahnya dijual dan dia kembali ke Dukuh Bahak, Desa Kedawung,” terangnya. Wardoyo