JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Jalan Kolonel Sutarto

Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang Jalan Kolonel Sutarto

63
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias BONGKAR LAPAK- Pedagang kaki lima (PKL) membongkar lapaknya di Jalan Kolonel Sutarto, Solo, Senin (23/1). Pembongkaran tersebut dilakukan agar trotoar kembali pada fungsinya untuk lintasan pejalan kaki.
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
BONGKAR LAPAK- Pedagang kaki lima (PKL) membongkar lapaknya di Jalan Kolonel Sutarto, Solo, Senin (23/1). Pembongkaran tersebut dilakukan agar trotoar kembali pada fungsinya untuk lintasan pejalan kaki.

SOLO – Tim gabungan Dinas Perdagangan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta akhirnya membongkar lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Kolonel Sutarto yang masih nekat berdiri.

“Harusnya satu hari setelah SP tiga diberikan, Kamis (19/1) lalu PKL sudah dilarang untuk berjualan. Saat hari ini kita tinjau masih ada lapak yang berdiri dan berjualan, makanya kita intruksikan dibongkar,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan PKL Dinas Perdagangan Surakarta, Didik Anggono, Senin (23/1/2017).

Sesuai Perda PKL dan Undang-undang (UU) Lalu Lintas yang ada sepanjang Jalan Kolonel Sutarto mulai dari bundaran Panggung sampai Tugu Cembengan Pedaringan harus steril dari aktivitas PKL.

Mereka hanya diperbolehkan berjualan mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Bahkan mereka sudah diberikan solusi untuk bisa berjualan di siang hari, yakni di Pasar Pucangsawit dan Pasar Panggungrejo.

“Itu dilarang dan tidak hanya di sana saja tapi juga di ruas jalan lain. Sosialisasi sudah dilakukan sampai pemberian SP tiga, kita akan mengembalikan fungsi jalur lambat,” imbuhnya.

Sementara itu Koordinator Paguyuban PKL Jalan Kolonel Sutarto, Suradi menyatakan solusi yang ditawarkan Pemkot dengan mengubah jam operasional tidak masuk akal. Kebijakan itu menurunkan pendapatan pedagang yang biasa dilakukan pada siang hari.

“Kita masih berharap agar Pemkot mencarikan solusi terbaik. Sejauh ini hanya bisa pasrah dan mengikuti aturan yang diterapkan dinas,” ungkapnya.

Suradi mengatakan kebanyakan pedagang berjualan makanan seiring dengan banyaknya pertokoan dan tempat bisnis di sekitar kawasan tersebut. Ada juga PKL yang berjualan di jalan kampung tidak jauh dari lokasi lama.