JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sejumlah Dinas di Sragen Kekurangan Ratusan PNS

Sejumlah Dinas di Sragen Kekurangan Ratusan PNS

159
BAGIKAN
PELANTIKAN SOTK- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat membacakan sumpah pelantikan pejabat eselon II,III dan IV di Gedung SMS Sragen, Jumat (30/12/2016). Joglosemar | Wardoyo
PELANTIKAN SOTK- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat membacakan sumpah pelantikan pejabat eselon II,III dan IV di Gedung SMS Sragen, Jumat (30/12/2016). Joglosemar | Wardoyo

SRAGEN – Sejumlah satuan kerja (Satker) dilaporkan meminta tambahan personel PNS karena mengalami kekurangan jumlah PNS.

Kekurangan itu terutama dialami oleh Satker-satker baru hasil penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akhir tahun lalu.

Permintaan PNS itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sragen, Sarwaka, Jumat (13/1/2017).

Kepada Joglosemar, ia mengatakan, dampak dari penataan OPD baru, memang ada permintaan personel PNS dari Satker, terutama Satker yang terbilang baru.

Kekurangan terjadi karena Satker itu memang bentukan baru yang sebelumnya tidak ada. Meskipun Satker-satker baru itu mayoritas gabungan dari pecahan Satker yang terhapus, namun jumlah personel yang ada pun masih kurang.

Ia mencontohkan, permintaan PNS itu di antaranya datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang mengajukan tambahan sekitar delapan PNS. Lantas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengajukan tambahan sekitar sembilan personel.

“Lalu Dinas KB juga mengajukan tapi masih menghitung berapa jumlah kekurangannya. Satker lain juga ada yang kekurangan tapi mungkin juga baru dalam pemetaan,” paparnya.

Sarwaka menyebut, kekurangan PNS di Satker-satker itu Jika ditotal kemungkinan mencapai seratusan bahkan lebih.

Sebab selain kekurangan akibat Satker baru, kekurangan memang menjadi gejala umum yang terjadi di semua Satker dampak dari moratorium pengangkatan CPNS yang sudah berlangsung lima tahun lebih.

Sementara setiap tahun jumlah PNS yang pensiun mencapai angka 500 orang. Kondisi itu yang akhirnya membuat terjadinya ketimpangan dan kekurangan di hampir semua Satker.

“Apalagi tahun ini ada penarikan SMA dan SMK juga ditarik ke propivsi sehingga praktis PNS-nya juga ditarik ke provinsi semua,” tukasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, menyampaikan untuk penataan OPD baru berikut PNS memang membutuhkan waktu. Termasuk persiapan pemenuhan perangkat pelengkap seperti kendaraan dinas, juga masih dalam pemetaan.

“Harapan kami satu bulan ini penataan dan persiapan semua Satker sudah selesai sehingga bisa segera langsung on,” tandasnya.

Wardoyo