JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Seorang Pengelola Portal Berita di Klaten Belum Penuhi Panggilan KPK

Seorang Pengelola Portal Berita di Klaten Belum Penuhi Panggilan KPK

185
BAGIKAN
Penyidik KPK kembali memeriksa saksi-saksi untuk pengembangan kasus suap jabatan dengan tersangka Bupati Klaten dan Kasi SMP Disdik Klaten, Suramlan di Aula Mapolres Klaten, Rabu (18/1/2017). Foto : Dani Prima
Penyidik KPK kembali memeriksa saksi-saksi untuk pengembangan kasus suap jabatan dengan tersangka Bupati Klaten dan Kasi SMP Disdik Klaten, Suramlan di Aula Mapolres Klaten, Rabu (18/1/2017). Foto : Dani Prima

KLATEN—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai menggali data-data terkait kasus suap mutasi jabatan di wilayah Klaten.

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa sekitar 60 saksi terkait kasus yang menjerat Bupati Klaten, Sri Hartini di Aula Satya Haprabu Mapolres Klaten.

Dari pemeriksaan maraton yang dilaksanakan KPK sejak Senin (16/1/2017) hingga Jumat (20/1/2017) kemarin, hanya ada satu saksi yang tidak memenuhi panggilan.

“Ada satu saksi yang tidak hadir, bernama Teguh. Saksi ini sedang sakit,” tutur salah seorang sumber internal KPK usai pemeriksaan di Mapolres Klaten, Jumat (20/1/2017).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan ada saksi bernama Teguh yang dipanggil penyidik KPK di Klaten. Pemeriksaan saksi ini dijadwalkan pada tanggal 16 Januari di Mapolres Klaten.

Hanya saja, peran orang ini belum bisa disampaikan kepada publik. Yang jelas, kata Febri, KPK memanggil saksi-saksi yang mengetahui rangkaian peristiwa yang tengah diusut.

“Saksi dimintai keterangan terkait SHT (Sri Hartini), pekerjaan (saksi) swasta atau wartawan,” ungkap Febri saat dihubungi lewat telepon.

Febri mengungkapkan, sampai kemarin sudah ada sebanyak 60 saksi yang dipanggil penyidik KPK di Klaten.

Terkait tersangka yang ditetapkan, KPK masih fokus untuk dua tersangka yakni Sri Hartini dan Suramlan (Kasi SMP Dinas Pendidikan Klaten).

“Kita masih melakukan pendalaman dan pengembangan. Sehingga tidak tertutup adanya tersangka lain dalam perkara ini,” katanya.

Sementara itu, seorang wartawan televisi nasional membenarkan bahwa Teguh tidak bisa hadir dalam pemeriksaan. Yang bersangkutan tengah dirawat di rumah sakit karena sakit.

“Beberapa hari lalu dirawat di RSUD Bagas Waras. Lalu dipindahkan ke RSUP dr Sardjito Jogja karena diangnosa kena sakit jatung koroner,”ungkapnya.

Teguh adalah pengelola salah satu portal berita lokal di Klaten. Hingga berita ini ditulis, Teguh belum berhasil mendapat konfirmasi. Nomor pribadi yang bersangkutan sedang tidak aktif.

Dani Prima