JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Seperti Inilah Mestinya Nurani Pemimpin

Seperti Inilah Mestinya Nurani Pemimpin

49
BAGIKAN
Dok Joglosemar
Lokasi Diklatsar Mapala UII, di mana tiga orang mahasiswa meninggal

Kekerasan dalam dunia pendidikan kembali makan korban. Setelah kekerasan terjadi di kampus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) beberapa tahun silam,  kekerasan serupa berlanjut di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Di kampus STIP ini, seorang siswa angkatan  pertama tewas karena dipukuli berapa seniornya.

Belum reda kasus kekerasan di STIP, disusul  berita yang lebih heboh lagi, yakni tewasnya tiga orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) saat menjalani Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Mapala di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu. Dugaan semula korban meninggal karena kedinginan, namun bukti menunjukkan korban mengalami patah tulang di beberapa bagian.

Kasus tersebut telah berdampak traumatis bagi keluarga korban secara khusus, dan mencederai rasa kemanusiaan  secara umum. Pemeriksaan oleh polisi telah menetapkan beberapa panitia menjadi tersangka.

Tak dipungkiri, kasus kekerasan di dunia pendidikan, termasuk di UII tersebut telah mencoreng nama baik dunia pendidikan secara umum, wilayah yang sebenarnya sudah dicoba  dibersihkan dari anasir kekerasan dan digantikan dengan  kebijakan yang lebih humanis. Dalam konteks ini, tak heran kalau tersebut menjadi beban moral teramat berat bagi Rektor UII.

Sebagai wujud pertanggungjawaban moral atas kasus tersebut, Rektor UII,  Harsoyo menyatakan mundur dari jabatannya.  Ia menyatakan, kesalahan dalam kasus yang menewaskan tiga mahasiswa itu bukan semata kesalahan anak buah, melainkan tanggung jawab sepenuhnya pemimpin.

Untuk itu, dirinya meminta maaf sebesar-besarnya atas insiden tersebut kepada orang tua korban dan kepada seluruh masyarakat Indonesia,  karena telah mencemarkan nama baik pendidikan yang sebenarnya tidak boleh terjadi.