JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sidang Budi vs KPU Digelar Jarak Jauh

Sidang Budi vs KPU Digelar Jarak Jauh

69
BAGIKAN
2101 - sidang
Dok
SIDANG DKPP- Budi Maryono, calon anggota KPU Sragen PAW saat mengikuti sidang teleconference di Kantor Bawaslu Provinsi Jateng, Rabu (18/1/2017).

SRAGEN-Sidang perdana perkara dugaan pelanggaran kode etik yang diadukan oleh calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Pengganti Antar Waktu (PAW), Budi Maryono dengan KPU Jateng digelar secara jarak jauh (teleconference), Rabu (18/2016/7/1).

Dalam sidang yang dipimpin oleh majelis dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu, terungkap bahwa Surat Keputusan (SK) pelantikan Budi sebagai KPU PAW sebenarnya sudah dibuat tanggal 1 November 2016.

Hal itu disampaikan Budi Maryono kepada Joglosemar, Jumat (20/1/2017). Ia mengatakan, sidang sedianya memang dijadwalkan digelar di DKPP Jakarta.

Namun karena kendala penundaan jadwal penerbangannya dari Bali, maka agenda sidang akhirnya dilaksanakan melalui teleconference.

Proses sidang difasilitasi di Kantor Bawaslu Provinsi Bali. Dalam sidang yang dipimpin Ketua DKPP RI, Jimly Assidiqie itu, menggelar agenda sidang perdana perkara dugaan pelanggaran kode etik buntut penundaan pelantikan Budi oleh KPU Jateng pada 8 November silam.

Budi mengklaim dalam sidang selama satu jam itu, KPU Jateng menyampaikan SK pelantikannya sebagai anggota KPU Sragen PAW sudah dibuat tanggal 1 November 2016 lalu.

Lantas salah satu hakim juga menanyakan apakah dirinya selaku pengadu pernah dihubungi oleh KPU Jateng, Budi menjawab belum pernah.

Begitu pula sebaliknya, ketika hakim menanyakan apakah KPU Jateng pernah menghubungi pengadu, juga belum pernah. Budi menyampaikan, bahwa mendengar jawaban itu, hakim tersebut lantas mengatakan seharusnya KPU Jateng menghubungi pengadu tanpa melalui KPU Sragen.

“SK saya itu dibuat 1 November lalu pelantikan 8 November 2016. Saya daftar KPU RI tanggal 1 November 2016. Mendengar itu, Ketua DKPP tertawa dan bilang kok bisa bareng,” katanya.

Menurutnya sidang akan dilanjutkan dengan agenda sidang kedua yakni pembacaan putusan. Ia optimistis bisa menang dalam perkara ini mengingat bukti-bukti indikasi pelanggaran KPU Jateng sudah ia lampirkan.

Wardoyo