JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Skorsing Kades Hadiluwih Dipertanyakan, Ini Sebabnya

Skorsing Kades Hadiluwih Dipertanyakan, Ini Sebabnya

167
BAGIKAN
Ratusan warga Hadiluwih menggelar demo di depan balai desa setempat menuntut Kades Wiranto mundur dari jabatannya. Foto : Wardoyo

SRAGEN – Sejumlah tokoh masyarakat Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang mempertanyakan sanksi skorsing terhadap Kades Hadiluwih, Wiranto.

Pasalnya sudah hampir sebulan sejak mencuatnya kabar rekomendasi skorsing dari Inspektorat, hingga kini surat pemberhentian sementara itu belum juga turun ke desa.

“Kami hanya ingin kalau memang sudah disanksi skorsing, suratnya segera diturunkan. Sehingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat bisa segera menyikapi dan menindaklanjutinya,” papar Eko

Prihyono, tokoh asal Sumberlawang saat mendatangi Kantor Bagian Pemerintahan Setda, Senin (30/1).

Menurutnya, desakan itu dilontarkan demi menjaga stabilitas desa serta menjawab pertanyaan warga yang selama ini sudah menanti kejelasan sanksi untuk Kades.

Dengan segera turunnya surat, diharapkan tidak mengganggu jalannya roda pemerintahan desa seandainya Kades benar-benar diberhentikan sementara.

Mesakne masyarakat setiap hari selalu menanyakan ke sana kemari kok nggak segera ada surat kalau memang benar-benar disanksi skorsing,”  timpal Sardi, salah satu warga Hadiluwih.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sragen, Suhariyanto,
menyampaikan berdasarkan rekomendasi Inspektorat memang ada saran sanksi skorsing tiga bulan untuk Kades Hadiluwih.

Untuk menindaklanjuti itu, pihaknya sudah membentuk tim yang mengkaji kembali dan menindaklanjutinya.