JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan SMA/SMK Dikelola Pemprov, Sekolah Swasta Minta Jangan Ada Diskriminasi

SMA/SMK Dikelola Pemprov, Sekolah Swasta Minta Jangan Ada Diskriminasi

69
BAGIKAN
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan ilustrasi pelajar
Joglosemar | Maksum Nur Fauzan
ilustrasi pelajar
Ketua Yayasan Pendidikan Batik (YPB) Surakarta, Solichul Hadi
Ketua Yayasan Pendidikan Batik (YPB) Surakarta, Solichul Hadi

SOLO – Pengalihan pengelolaan SMA/SMK ke tangan pemerintah provinsi tidak hanya memunculkan kekhawatiran pada orang tua murid, tetapi sejumlah sekolah swasta pun merasakan hal yang sama.

Pasalnya, selama ini saat pengelolaan masih di tangan pemerintah kota sekolah swasta merasa sering dikesampingkan dalam hal bantuan pengembangan fisik sekolah.

Maka dari itu, sejumlah sekolah swasta berharap nantinya tidak ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta.

Ketua Yayasan Pendidikan Batik (YPB) Surakarta, Solichul Hadi mengatakan, sebagai yayasan yang menaungi beberapa sekolah baik di jenjang SMP maupun SMA/SMK di Solo, pihaknya berharap ketika SMA/SMK dikelola oleh Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mulai Januari 2017 ini, tidak ada diskriminasi untuk sekolah negeri maupun swasta.

“Harapan kami perhatian dari Provinsi Jateng kepada SMA/ SMK baik negeri dan swasta sama. Jangan sampai ada diskriminasi,” ujar Solichul kepada Joglosemar, Sabtu (7/1/2017).

Menurut Solichul, selama ini memang sering terjadi diskriminasi atau beda perhatian yang diberikan pemerintah kepada sekolah swasta. Sekolah negeri, mendapatkan perhatian yang lebih dibanding sekolah swasta. Misalnya dalam hal bantuan pengembangan fisik sekolah, sekolah swasta minim perhatian.

“Kalau untuk Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS), sekolah swasta tetap dapat, namun kalau bantuan pengembangan fisik masih diskriminasi,” kata Solichul.

Menurutnya, seharusnya tidak ada diskriminasi antara sekolah swasta dengan negeri. Karena baik sekolah swasta maupun negeri memiliki tugas yang sama yaitu mendidik putra-putri bangsa.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Kepala SMA/MA Swasta Solo, Literzet Sobri menambahkan, siapa pun yang mengelola SMA, tugas sebagai sekolah itu sama yaitu mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

“Entah itu dikelola pemerintah kota, provinsi maupun pusat, tugas kita tetap sama yaitu untuk menyiapkan pemimpin masa depan,” ujar Literzet.

Literzet berharap, tidak ada diskriminasi antara sekolah swasta dan negeri dengan dikelolanya SMA ke Provinsi Jateng.

Dwi Hastuti