JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendidikan SMK Kristen 2 Targetkan Buka 2 Kelas

SMK Kristen 2 Targetkan Buka 2 Kelas

38
BAGIKAN

SOLO– Dengan di launchingnya kerja sama antara SMK Kristen 2 Surakarta dan PT Astra Honda Motor Regional Semarang, Sabtu (14/1), pihak SMK berharap pada Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM)- Honda ini bisa menampung dua kelas.

Kepala SMK Kristen 2, Wijanto, mengatakan kompetensi keahlian TSM baru dibuka tahun pelajaran 2016/2017 dengan kapasitas satu kelas. “Kami optimis di tahun kedua, apalagi sudah bekerja sama dengan Honda, kompetensi keahlian TSM-Honda bisa memperoleh dua kelas. Untuk jumlah siswa sesuai aturan per kelas 32 siswa dan biasanya kalau swasta bisa menampung 36 siswa,” ujar Wijanto disela-sela acara launching kerja sama.

Lanjut Wijanto, bentuk kerja sama dengan PT Astra Honda Motor Regional Semarang ini meliputi kurikulum tambahan dari Honda. Kemudian teknisi dalam hal ini guru di SMK Kristen 2 Surakarta akan dilatih oleh Honda supaya memiliki kompetensi sesuai standar Honda. Kemudian untuk penempatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Honda bagi siswa SMK Kristen 2 Surakarta. Lalu bagi lulusan TSM-Honda ada sertifikat jaminan bekerja di PT Astra Honda Motor di seluruh Indonesia.

Wijanto berharap, dengan adanya program baru ini, maka masyarakat akan tertarik untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMK Kristen 2 Surakarta.

Sementara itu, Perwakilan dari PT Astra Honda Motor Regional Semarang, Sudin Winata, menyampaikan di Jateng, terdapat 75 SMK yang sudah bekerja sama dengan Honda. Sedangkan di Indonesia terdapat 609 SMK yang sudah bekerja sama dengan Honda. “Ini merupakan wujud kepedulian dari PT Astra Honda Motor terhadap dunia pendidikan. PT Astra Honda Motor tidak hanya memberikan bantuan berupa sarana prasarana, melainkan juga dalam hal kurikulum,” ujar Sudin.

Sedangkan Kepala Balai Pengendali Pendidikan (BPP) Wilayah 3 Jateng, Kartono, menyatakan sangat mengapresiasi langkah SMK Kristen 2 Surakarta yang telah melakukan kerja sama dengan PT Astra Honda Motor. Kartono juga mendorong seluruh SMK di eks Karesidenan Surakarta untuk bekerja sama dengan industri. Karena salah satu poin penilaian keberhasilan dari SMK itu salah satunya seberapa banyak sekolah tersebut bekerja sama dengan industri. Dwi Hastuti