JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Sri Mulyani Akan Kocok Ulang Susunan Pejabat Pemkab Klaten

Sri Mulyani Akan Kocok Ulang Susunan Pejabat Pemkab Klaten

1687
BAGIKAN
Wakil Bupati Kabupaten Klaten Sri Mulyani (tengah) menjawab pertanyaan dari wartawan di Rumah Dinas Wakil Bupati Klaten, Jawa Tengah, Selasa (3/1). Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani menyatakan kesiapannya jika ditunjuk dan dilantik sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten sesuai dengan prosedur undang-undang untuk menggantikan Bupati Sri Hartini pasca operasi tangkap tangan kasus suap jual jabatan di lingkungan Pemkab Klaten. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc/17.
Wakil Bupati Kabupaten Klaten Sri Mulyani (tengah) menjawab pertanyaan dari wartawan di Rumah Dinas Wakil Bupati Klaten, Jawa Tengah, Selasa (3/1/2017). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc/17.

KLATEN – Setelah resmi ditunjuk untuk menggantikan Bupati Klaten, Sri Hartini, Wakil Bupati Klaten, Sri Mulyani siap melakukan kocok ulang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) 2017.

Hal itu dilakukan menyusul gagalnya pengukuhan dan pelantikan SOTK sepekan sebelumnya, lantaran Bupati Klaten Sri Hartini tertangkap tangan kasus suap promosi jabatan.

Namun sebelum melakukan kocok ulang SOTK, dirinya akan melakukan pengukuhan dan melakukan pengambilan sumpah jabatan terhadap SOTK yang lama.

Sri Mulyani mengatakan, pengukuhan tersebut dilakukan karena dirinya hanya mengajukan izin untuk melaksanakan pengukuhan kepada Kemendagri. Maka dengan kondisi tersebut, pelantikan pejabat baru ditangguhkan.

“Pengukuhan yang akan kita lakukan besok ini hanyalah pengukuhan untuk pejabat-pejabat yang menempati OPD yang sama, tidak ada pergeseran apalagi promosi,” ungkapnya.

Terkait dengan pelantikan tersebut, Sri Mulyani menegaskan,  pihaknya akan memulai dari awal lagi, yakni melalui tahapan promosi jabatan.

Menurutnya pelantikan yang akan dilakukan dalam tahap lanjutan pengisian SOTK 2017, tidak akan menggunakan formasi yang sudah dibentuk menjelang akhir 2016 lalu.

“Akan kita lakukan tahapannya, melalui panitia seleksi. Mulai dari awal lagi,”imbuhnya.

Meski demikian, ia menyerahkan mekanisme tersebut kepada OPD dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang membidangi masalah tersebut. Sri Mulyani juga mengatakan, saat ini masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri terkait pengukuhan.

“Setelah pengukuhan selesai, baru nanti dibahas pelantikannya. Tentu akan mengajukan izin lagi untuk melakukan pelantikan,” ujarnya.