JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Takut Gapuk di Penjara, Terduga Pemerkosa Anak Terbelakang Mental Sambirejo Ditemukan Bunuh...

Takut Gapuk di Penjara, Terduga Pemerkosa Anak Terbelakang Mental Sambirejo Ditemukan Bunuh Diri

226
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Satu terduga pelaku pemerkosaan anak di bawah umur keterbelakangan mental asal Jambeyan, Sambirejo, berinisial SMW (14) hingga hamil, ditemukan nekat bunuh diri. Pelaku yang diketahui berinisial SUP (56), dan tinggal tak jauh dari rumah korban, ternyata adalah pria yang ditemukan bunuh diri pada Kamis (19/1/2017) pagi di pohon talok tepi Sungai Sawur desa setempat.

Fakta itu terungkap setelah muncul pengakuan mengejutkan dari korban saat diterapi oleh Tim Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) dan Psikolog, akhir pekan lalu. Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi mengungkapkan dari pengakuan korban saat ditanya orangtuanya, ada tiga pelaku yang telah berbuat bejat terhadapnya.

Selain YT (30), pria dua anak dan juga tetangga korban, ternyata masih ada dua pelaku lain yang turut menggagahi korban. Ironisnya, dua terduga itu, salah satunya diketahui adalah SUP (56) yang notabene masih paman korban. Keterlibatan SUP itu juga diperkuat dari igauan korban yang terus menyebut nama SUP pada malam sebelum SUP ditemukan gantung diri.

“Korban pas kami terapi bersama orangtuanya di hadapan Pak Bayan, mengaku kalau ada tiga orang yang melakukan perbuatan itu. Nah, satu diantaranya itu ternyata malah Pakdenya sendiri bernama SUP itu. Tahunya, pada malam kejadian SUP bunuh diri itu, korban ini juga nyebut nama SUP berkali-kali dan bilang kalau bayi di perutnya bergerak-gerak. Mungkin memang ada ikatan antara anak yang dikandungnya dengan pelaku,” paparnya, Senin (23/1/2017).

Kecurigaan SUP ikut terlibat juga terlihat saat almarhum ikut menghadiri terapi psikis yang dilakukan kepada orangtua korban dan korban pada Rabu (18/1/2017) atau sehari sebelum SUP ditemukan gantung.

Sugiarsi menceritakan saat itu, ia memang berujar keras bahwa siapapun pelakunya karena sudah tega menghamili anak terbelakang mental akan dikejar agar dihukum berat sampai gapuk di penjara. Ucapannya inilah yang diduga membuat SUP yang mendengar kala itu, merasa tertekan dan ketakutan.

“Saya waktu itu memang marah. Bayangkan sudah korban ini anak terbelakang mental masih tega digitukan sampai hamil. Saya langsung bilang pokoke angger ketemu pelakune tak gawe gapuk neng penjoro. Lha kok paginya dapat kabar sudah ditemukan gantung diri,” katanya. Wardoyo