JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Tebusan Tax Amnesti di Boyolali Capai Rp 16 Miliar

Tebusan Tax Amnesti di Boyolali Capai Rp 16 Miliar

24
BAGIKAN
Joglosemar|Mohammad Ayudha TAMBAH PETUGAS- Petugas pajak melayani konsultasi pelanggan di kantor Pajak Pratama, Solo, Senin (25/7). KPP Pratama Surakarta siap menambah sejumlah tenaga kerja untuk pelayanan Tax Amnesty.
Joglosemar|Mohammad Ayudha
TAMBAH PETUGAS- Petugas pajak melayani konsultasi pelanggan di kantor Pajak Pratama, Solo, Senin (25/7). KPP Pratama Surakarta siap menambah sejumlah tenaga kerja untuk pelayanan Tax Amnesty.

BOYOLALI—Program tax amnesty (TA) hingga akhir tahun 2016 dimanfaatkan sekitar 700 wajib pajak dengan jumlah uang tebusan mencapai Rp 16 miliar. Program pengampunan pajak ini juga dimanfaatkan para anggota DPRD Boyolali.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Boyolali, Budiyan membeberkan, pada TA tahap pertama, baru sekitar 300 wajib pajak yang berpartisipasi.

Namun, partisipasi masyarakat meningkat tajam pada tahap kedua. Sampai akhir Desember 2016 lalu, jumlahnya mencapai sekitar 700 wajib pajak.

“Jumlah tebusan sudah mencapai Rp 16 miliar hingga akhir Desember,” terang Budiyan, Kamis (5/1/2017).

Pihaknya berharap partisipasi para wajib pajak dalam program TA ini semakin meningkat. Program TA ini masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Di sisi lain, jumlah pendapatan pajak yang diterima KKP Pratama Boyolali tahun ini belum memenuhi target. Hingga akhir tahun kemarin, nilai penerimaan pajak baru sekitar Rp 430 miliar, dari target Rp 541 miliar.

Menyikapi ini, Budiyan menilai, hal ini dipengaruhi dengan penurunan kondisi perekonomian.  Terutama di kalangan industri di Boyolali.

Tahun 2017 ini, Budiyan berharap perekonomian segera membaik dan penerimaan pajak dapat memenuhi target. “Tapi untuk target kami belum mendapat keputusan dari Menteri Keuangan. Harapan kami tahun ini dapat terpenuhi,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua DPRD, S Paryanto memotori deklarasi kekayaan dan ikut program TA di KKP Pratama Boyolali, Kamis (5/1/2017).