JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tiga Jembatan Rusak di Mondokan Belum Tersentuh

Tiga Jembatan Rusak di Mondokan Belum Tersentuh

166
BAGIKAN
DARURAT DULU- Kondisi Jembatan darurat di Dukuh Ngunut, Trombol, Mondokan untuk akses sementara karena jembatan utama rusak dan belum diperbaiki.
DARURAT DULU- Kondisi Jembatan darurat di Dukuh Ngunut, Trombol, Mondokan untuk akses sementara karena jembatan utama rusak dan belum diperbaiki.

SRAGEN–Kerusakan infrastruktur akibat bencana yang terbengkalai ternyata tak hanya ada di Gondang.

Di wilayah Kecamatan Mondokan, ada tiga jembatan rusak yang selama ini juga belum tersentuh perbaikan.

Tiga jembatan itu berlokasi di Desa Trombol. Dua di antaranya berada di Dukuh Ngunut sedangkan satu lainnya berlokasi di Dukuh Jatirejo.

Menurut Penjabat (Pj) Sekdes Trombol, Bambang Tugiyono kepada wartawan, menyampaikan dua jembatan rusak beberapa tahun lalu. Sedangkan satu jembatan rusak sejak hujan deras akhir Desember 2016 lalu.

Pj Sekretaris Desa Trombol Bambang Tugiyono, menjelaskan lokasi jembatan yang rusak berada di Dukuh Ngunut RT 3 Desa Trombol, di lokasi tersebut terdapat dua jembatan.

”Kalau di Ngunut itu sudah 6 tahun belum ada perbaikan dari pemerintah,” katanya.

Lantas di Jatirejo RT 8, jembatannya hancur waktu banjir akhir Desember 2016 silam. Karena tak kunjung diperbaiki, jembatan itu hampir menelan korban jiwa.

Menurutnya, kerusakan itu sudah dilaporkan berkali-kali ke kecamatan dan dinas terkait. Setiap dilaporkan juga sudah ada pengecekan oleh petugas. Akan tetapi perbaikan yang dinanti ternyata hingga kini tak pernah ada realisasi.

“Padahal yang di Ngunut itu jembatan yang menghubungkan dengan jalan poros ke Sukodono,” ungkapnya.

Untuk akses sementara, warga terpaksa membuat jembatan darurat dari bambu. Namun yang bisa lewat hanya roda dua itu pun dengan ekstra hati-hati.

Terpisah, Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto, menyampaikan jembatan tersebut belum bisa dibangun dengan dana tidak terduga meski diterjang banjir. Pasalnya harus menunggu status darurat bencana dan menunggu izin dari bupati.

”Sama teman-teman BPBD akan ke sana, tapi pakai dana tidak terduga belum bisa,” ujarnya.

Wardoyo