JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Todongkan Pistol, Dirut Koperasi Karanganyar Diamankan Polisi

Todongkan Pistol, Dirut Koperasi Karanganyar Diamankan Polisi

178
BAGIKAN
TUNJUKKAN PISTOL—Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menunjukkan pistol milik tersangka penodongan saat gelar perkara di Mapolres, Kamis (19/1).
TUNJUKKAN PISTOL—Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menunjukkan pistol milik tersangka penodongan saat gelar perkara di Mapolres, Kamis (19/1).

KARANGANYAR—Dirut Koperasi 57 Jaya Karanganyar Umar W Sutrisno (34) harus berurusan dengan polisi karena menodongkan senjata api jenis pistol merek Hunter CZ-83 dengan peluru karet kaliber 9 mm. Korban penodongan adalah Walidi (49) warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Keduanya terlibat cekcok setelah mobil tersangka berjalan mundur dan menabrak sepeda motor korban. Peristiwa itu terjadi pada Oktober 2016 lalu di depan warung soto di daerah Ngringo, Jaten.

Menurut Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, usai menabrak motor korban, tersangka langsung pergi begitu saja. Korban yang tidak terima kemudian meneriaki tersangka agar berhenti dan bertanggung jawab.

Tersangka yang sok jagoan kemudian menghentikan mobilnya dan turun sambil menunjuk Walidi sambil berkata, “Ora usah rame-rame, tak enteki dewe kowe.”

Kapolres menerangkan, setelah menggertak korban, tersangka kemudian pergi meninggalkannya. Tak terima, korban kemudian mendatangi Koperasi 57 Jaya untuk mencari tersangka agar meminta maaf.

Sayangnya saat itu tersangka sedang tidak ada di kantor, namun staf koperasi akan menyampaikan kepada yang bersangkutan.

“Di lain waktu, tersangka yang tahu sedang dicari oleh korban kemudian berinisiatif menemuinya. Saat ditemui, korban sedang bersama beberapa orang temannya. Takut bakal dikeroyok, tersangka kemudian mengeluarkan pistolnya dan menodongkan ke arah korban. Sontak saja aksi tersangka ini membuat heboh,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolres, Kamis (19/1/2017).

Ia menambahkan, meskipun kepemilikan senjata api itu resmi dan ada suratnya, namun perbuatan tersangka dinilai melanggar hukum. “Dia menggunakan senjata api tanpa peruntukannya dan digunakan untuk mengancam jiwa seseorang,” kata Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu pucuk pistol merek Hunter CZ-83 kaliber 9 mm dengan nomor senjata 2.442, amunisi karet sebanyak enam butir, dan surat izin penggunaan senjata peluru karet milik tersangka.

Sementara, Umar W Sutrisno mengaku nekat mengeluarkan pistolnya karena merasa bakal dikeroyok oleh teman-teman korban. “Kemarin saya mau dikeroyok, jadi saya keluarkan pistol itu,” ucapnya.

Rudi Hartono