JOGLOSEMAR.CO Hiburan Sosok Toni Syarifudin, Rider BMX asal Solo yang Jadi Andalan Indonesia

Toni Syarifudin, Rider BMX asal Solo yang Jadi Andalan Indonesia

19
BAGIKAN
Joglosemar | Raditya Erwiyanto ANDALAN—Toni Syarifudin bertekad meraih hasil terbaik di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, bulan Agustus mendatang.
Joglosemar | Raditya Erwiyanto
ANDALAN—Toni Syarifudin bertekad meraih hasil terbaik di ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, bulan Agustus mendatang.

Dalam kontingen Indonesia yang turun di ajang Olimpiade 2016 lalu, ada satu atlet yang asal Kota Solo.

Sayangnya, cedera membuatnya tak mampu menyumbang medali. Namun kini, ia sudah siap kembali di SEA Games 2017.

Pantang menyerah. Mungkin istilah itulah yang pantas disematkan pada rider BMX asal Kota Solo, Toni Syarifudin. Meski harus terjatuh dan cedera hingga patah tulang saat berlomba, namun pembalap sepeda berusia 25 tahun ini tetap berusaha bangkit.

Agutus 2016 lalu, Toni akhirnya mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia di ajang Olimpiade. Harapan tinggi mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan meraih medali di pesta olahraga terbesar dunia itu pun disematkannya. Namun sayang, impian itu belum bisa terwujud.

Masih jelas dalam ingatannya, saat ia terjatuh pada sesi kualifikasi cabang olahraga balap sepeda BMX. Ia menceritakan betapa berat trek yang harus dilaluinya. Belum lagi ditambah hembusan angin yang sangat kencang sehingga menjadi penghalang langkahnya.

Upaya melawan setiap rintangan itu telah dilakukannya. Namun itu semua ternyata belum cukup, perjuangannya pun terpaksa terhenti setelah terjatuh dan harus mendapat perawatan akibat cedera dislokasi bahu dan cedera pada ligament-nya.

“Kalau kecewa sudah tentu, namun mau bagaimana lagi. Saya sudah berusaha bekerja keras. Dan saat ini saya tengah bangkit, dan siap berlaga di ajang SEA Games 2017 di Malaysia bulan Agustus nanti,” ungkap Toni saat berbincang dengan Joglosemar belum lama ini.

Bahkan, demi membayar lunas hutang meraih medali di ajang internasional, dan meraih posisi terdepan di ajang SEA Games 2017 nanti, ia tak sedikitpun merasa trauma pascainsiden yang dialaminya di Brazil.

Bahkan, atlet kelahiran 13 Juni 1991 ini sudah kembali berlatih sejak awal Januari kemarin, demi mengasah kemampuannya. Persiapan dan latihan tersebut ia jalani di Kota Yogyakarta.

“Kalau dilihat memang trek di luar negeri lebih berat ketimbang di dalam negeri. Makanya, setiap kali persiapan saya lakukan dengan matang. Seperti saat ini, sepekan saya latihan enam kali,” terangnya.

Terpisah, Ketua Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng, Dede Indra Permana optimistis, di SEA Games 2017 nanti, Toni bakal mampu tampil impresif dan memberikan medali emas bagi Indonesia.

“Saya melihat, Toni sudah mulai belajar dari pengalamannya bertahun-tahun. Dari situ akan menjadi modal utamanya untuk berlaga di perlombaan nanti,” harapnya.

Kini, di sisa waktu yang ada, Toni terus memantapkan persiapan. Tak lupa dia juga mengharap doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar dapat selalu menampilkan yang terbaik di SEA Games nanti.

Raditya Erwiyanto