JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, TKI asal Sragen Tewas Terbakar di Mess Perusahaan di Taiwan

Tragis, TKI asal Sragen Tewas Terbakar di Mess Perusahaan di Taiwan

444
BAGIKAN
Foto Almahum Heri Eko Saputro (43), TKI asal Kedawung,Sragen yang tewas terbakar di mess perusahaannya, Selasa (24/1/2017) waktu Taiwan. Joglosemar/Wardoyo
Foto Almahum Heri Eko Saputro (43), TKI asal Kedawung,Sragen yang tewas terbakar di mess perusahaannya, Selasa (24/1/2017) waktu Taiwan. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Musibah dari pahlawan devisa asal Sragen kembali terjadi. Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Bahak, Desa Kedawung, Kedawung, Sragen, Heri Eko Saputro (43) tewas terpanggang di dalam mess perusahaan tempatnya bekerja di Taichung, Taiwan, yang terbakar hebat Selasa (24/1/2017) petang waktu setempat.

Peristiwa tragis itu terungkap dari laporan keluarganya seusai menerima kabar dari Taiwan, Kamis (26/1/2017). Orangtua korban, Saiman Sastro Wiryanto (67) menuturkan kabar duka itu diterimanya Selasa (24/1/2017) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Saat itu ia mendapat telepon dari putra ketiganya, adik kandung korban, Samsu Nur Hidayat yang juga bekerja di Taiwan, bahwa Eko meninggal akibat kebakaran di mess. Korban gagal menyelamatkan diri karena tengah terlelap saat kebakaran terjadi.

“Kebakarannya terjadi pukul 17.30 waktu Taiwan atau 16.30 WIB, lalu pukul 23.00 WIB adiknya telepon ke sini ngabari kalau Mas Eko meninggal karena kebakaran. Dia tidur lelap tertimpa reruntuhan bangunan,” ujarnya ditemui di rumahnya kemarin.

Saiman menuturkan putra sulungnya itu berangkat ke Taiwan pada Mei 2015 dengan durasi kontrak kerja tiga tahun. Ia berangkat lewat PT KMB Kedungupit Sragen dan bekerja di perusahaan peleburan baja di bagian penggorengan gotri.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu kabar dari Taiwan terkait perkembangan penanganan pihak kepolisian setempat yang berencana melakukan otopsi. Ia hanya berharap, agar jenasah putranya bisa dipulangkan secepatnya.

Musibah meninggalnya pahlawan devisa itu juga dibenarkan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Sunindar. Ia mengaku sudah mendapat laporan itu dan tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mengurusi dokumen pemulangan maupun pengurusan hak-hak korban.

“Ini masih menunggu perkembangan,” jelasnya. Wardoyo