JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Uniknya Replika Motor Balap asal Klaten Ini, Dibuat dari Barang Bekas

Uniknya Replika Motor Balap asal Klaten Ini, Dibuat dari Barang Bekas

548
BAGIKAN
Joglosemar | Dani Prima MOTOR BALAP--Lumadi (26) menunjukkan karyanya yakni replika motor balap yang terbuat dari barang bekas di Desa Cokro, Tulung, Klaten, Minggu (8/1).
Joglosemar | Dani Prima
MOTOR BALAP–Lumadi (26) menunjukkan karyanya yakni replika motor balap yang terbuat dari barang bekas di Desa Cokro, Tulung, Klaten, Minggu (8/1).

Barang-barang bekas dinilai tidak berguna dan sering diabaikan. Padahal dengan sedikit kreativitas, barang bekas bisa menjadi barang yang bernilai seni tinggi. Seperti replika motor balap yang persis motor aslinya ini.

Ya, di tangan Lumadi (26) warga Dusun Randu Sari Desa Keposong ,Kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali, memang sudah menciptakan beberapa miniatur motor balap.

Motor balap yang sangat mirip aslinya itu dibuat dari barang-barang bekas. Seperti botol sampo bekas,wadah korek bekas, kaleng lem bekas, kabel bekas dan lain sebagainya.

“Awalnya cuma iseng-iseng saja,” tutur Lumadi singkat saat ditemui Joglosemar di sanggar Kelompok Perupa Sapu Gerang Boyolali di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Minggu (8/1/2017).

Keterampilan itu baru ia tekuni sejak satu tahun lalu. Ceritanya, dimulai dari kegiatan iseng-iseng saja di tempat kerjanya, di Jogja. Ditempat kerjanya banyak barang-barang bekas yang tidak terpakai. Melihat itu, Lumadi berfikir jauh ke depan untuk memanfaatkannya.

“Waktu itu ada wadah cutter, botol bekas dan lain-lainnya. Dari situ saya utak-atik menjadi sepeda motor balap,” tutur Lumadi yang bekerja di tempat usaha membuat patung dari fiber ini.

Sejauh ini sudah replika motor balap miliknya terbuat dari rangkaian berbagai barang barang bekas.

Bodi motornya menggunakan botol sampo bekas, pelek motornya menggunakan kaleng lem bekas, ban motor menggunakan busa bekas dan untuk rangka menggunakan wadah plastik bekas cutter.

“Saya juga memanfaatkan wadah korek bekas untuk sambungannya,” imbuhnya.

Ternyata membuat miniatur motor balap itu tidak segampang yang dia pikirkan. Terutama terkait kecocokan bahan dengan replika yang akan dia buat.