JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Wadh, Lampu Jembatan Sabrang di Solo Ini Mati, Jadi Area Mabuk

Wadh, Lampu Jembatan Sabrang di Solo Ini Mati, Jadi Area Mabuk

78
BAGIKAN
1101-jembatan
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
LAMPU PENERANGAN MATI— Warga melintas di jembatan Sabrang Lor Jebres, Solo, Selasa (10/1/2017). Sudah dua minggu lampu penerangan jembatan tersebut mati

SOLO – Sejumlah warga di sekitar Jembatan Sabrang Lor, Jebres mengeluhkan lampu penerangan jembatan. Dalam dua pekan terakhir, lampu penerangan jembatan yang menghubungkan kawasan Mojosongo-Jebres ini tidak ada yang menyala.

Akibatnya, pada malam hari jembatan ini layaknya lorong gelap. Parahnya, di badan jembatan justru dijadikan area nongkrong, pacaran, hingga mabuk-mabukan. Kondisi itu sangat meresahkan warga sekitar.

Menurut Aryanto (36), warga RT 05 RW 08 Kampung Sabrang Lor Mojosongo mengemukakan, setelah proses pembangunan selesai serta resmi dibuka, penerangan jembatan sempat menyala dalam beberapa hari. Namun, dalam dua pekan terakhir, tidak ada satupun lampu jembatan yang menyala. Padahal ada puluhan lampu penerangan telah terpasang berjejer dua sisi di sepanjang jembatan.

“Karena kondisi gelap, pengendara banyak yang mengaku tidak nyaman. Penerangan jembatan pada malam hari juga untuk kenyamanan pengendara,” terang Aryanto yang mengaku tempat tinggalnya hanya berjarak sekitar 150 meter di sisi utara jembatan Sabrang Lor kepada Joglosemar, Selasa (10/1/2017) siang.

Senada disampaikan Jono (63) warga Kampung Jebres Tengah RT 02 RW 24, Kelurahan Jebres. Diungkapkan, lantaran kondisinya pada malam hari gelap, sepanjang badan jembatan justru difungsikan untuk hal-hal yang berkesan negatif. Bahkan, pada Minggu (8/1) dini hari, pihaknya bersama warga sekitar melakukan pengusiran kepada puluhan pemuda yang mabuk-mabukan di sepanjang badan jembatan.

“Kebanyakan dari mereka teriak-teriak pada dini hari. Saya bersama warga langsung melakukan pengusiran. Sebagian dari mereka ada yang membuang botol minuman yang kami duga berisi minuman keras. Mayoritas dari mereka langsung lari,” terang dia. “Saya berharap agar Pemkot Surakarta harus segera menghidupkan lampu penerangan jembatan,” harap Jono.

Satria Utama