JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Waduh, Siswa Meninggal Masih Terima Kartu Indonesia Pintar?

Waduh, Siswa Meninggal Masih Terima Kartu Indonesia Pintar?

36
BAGIKAN
2501 - Kartu indonesia pintar-1
Ilustrasi

Program bantuan untuk siswa miskin yang dicanangkan Presiden Joko Widodo  (Jokowi) lewat  Kartu Indonesia Pintar (KIP) di  Sragen kondisinya dinilai kacau. Pasalnya, banyak siswa penerima yang ternyata salah sasaran dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Temuan itu salah satunya terungkap di Kecamatan Plupuh. Salah satu petugas verifikasi tingkat kecamatan di Plupuh mengungkapkan, KIP tersebut baru turun dan didistribusikan pada akhir tahun 2016 lalu. Fakta  yang terjadi di lapangan, ada siswa penerima yang ternyata sudah lulus, ada yang malah sudah menikah. Lalu ada pula siswa sudah bekerja. Dan yang lebih parah lagi, siswa yang sudah meninggal pun masih menerima KIP.

Petugas tersebut menyatakan, kesalahan sasaran tersebut rata-rata terjadi di tiap kecamatan. Sebagai contoh, di Kecamatan Plupuh sendiri terdapat puluhan siswa yang salah sasaran. Sehingga kalau dihimpun untuk tingkat kabupaten, ada ratusan siswa yang salah sasaran dalam pembagian KIP  tersebut.

Petugas mengaku kesulitan terhadap siswa yang salah sasaran, karena KIP tersebut menggunakan sistem by name by adress. Batasan pencairan dana KIP memang sampai usia 21 tahun. Kalaupun sudah tidak sekolah, dana tersebut masih tetap  dapat dicairkan untuk kepentingan program kursus.

Kepala kantor Unit Pelayanan  Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK)  Sragen  menegaskan bahwa program KIP sepenuhnya ditangani oleh pusat, termasuk data siswa yang digunakan juga dari pusat. Menanggapi kesalahan sasaran tersebut, diperkirakan data yang digunakan adalah data tahun  2011 lalu.

Menurutnya, daerah tidak diajak koordinasi sama sekali terkait data siswa tersebut. Padahal menurutnya, daerah sudah memiliki data kependudukan dan data siswa terkini.