JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Wakil Rakyat Mulai Deklarasikan Harta Ikut Tax Amnesti

Wakil Rakyat Mulai Deklarasikan Harta Ikut Tax Amnesti

12
BAGIKAN

0601-ono-foto-boyolali-dewan-deklarasi-harta

Joglosemar | Ario Bhawono

TAX AMNESTY—Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto (kanan), menyerahkan dokumen kesertaan program tax amnesty ke KKP Pratama Boyolali, Kamis (5/1).

BOYOLALI—Program tax amnesty (TA) hingga akhir tahun 2016 dimanfaatkan sekitar 700 wajib pajak dengan jumlah uang tebusan mencapai Rp 16 miliar. Program pengampunan pajak ini juga dimanfaatkan para anggota DPRD Boyolali.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Boyolali, Budiyan membeberkan, pada TA tahap pertama, baru sekitar 300 wajib pajak yang berpartisipasi. Namun, partisipasi masyarakat meningkat tajam pada tahap kedua. Sampai akhir Desember 2016 lalu, jumlahnya mencapai sekitar 700 wajib pajak.

“Jumlah tebusan sudah mencapai Rp 16 miliar hingga akhir Desember,” terang Budiyan, Kamis (5/1). Pihaknya berharap partisipasi para wajib pajak dalam program TA ini semakin meningkat. Program TA ini masih akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Di sisi lain, jumlah pendapatan pajak yang diterima KKP Pratama Boyolali tahun ini belum memenuhi target. Hingga akhir tahun kemarin, nilai penerimaan pajak baru sekitar Rp 430 miliar, dari target Rp 541 miliar. Menyikapi ini, Budiyan menilai, hal ini dipengaruhi dengan penurunan kondisi perekonomian.  Terutama di kalangan industri di Boyolali.

Tahun 2017 ini, Budiyan berharap perekonomian segera membaik dan penerimaan pajak dapat memenuhi target. “Tapi untuk target kami belum mendapat keputusan dari Menteri Keuangan. Harapan kami tahun ini dapat terpenuhi,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua DPRD, S Paryanto memotori deklarasi kekayaan dan ikut program TA di KKP Pratama Boyolali, Kamis (5/1). Meski mengikuti program TA di periode kedua, namun menurut dia, pihaknya sudah melakukan komunikasi sejak awal dengan KKP Pratama.

“Komunikasi sejak lama dan bahkan sudah kami undang untuk menyosialisasikan program TA,” ungkap Paryanto.

Sejak awal, pihaknya sepakat akan mengikuti TA di tahap awal, sekalipun realisasinya baru selesai pada tahap kedua Desember kemarin. Selain dirinya, menurut Paryanto sebagian anggota dewan juga sudah mengikuti program TA.Pihaknya akan mendorong mereka untuk segera menyusul mendeklarasikan kekayaan dan ikut memanfaatkan TA ini.

“Meski bebas ikut atau tidak, tapi yang pasti manfaat TA ini sangat positif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta dan berperan aktif,” ujar dia.  # Ario Bhawono