JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Lagi, Warga Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri

Lagi, Warga Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri

385
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Aksi bunuh diri yang merebak di wilayah Sragen beberapa waktu terakhir, ternyata terus meluas.

Setelah tiga warga gantung diri dalam dua hari, Kamis (19/1/2017) kemarin aksi serupa juga terjadi di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo.

Seorang petani, Suparmin Mitro Wiyono (56), warga Dukuh Ngrejeng RT 22, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo ditemukan tewas gantung diri di pohon talok dekat Sungai Sawur.

Diduga kuat, tekanan psikis dan himpitan ekonomi menjadi faktor pemicu bapak dua anak itu nekat mengakhiri hidupnya secara tragis.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban ditemukan kali pertama sekitar pukul 04.30 WIB oleh Mardi (40), tetangga korban yang hendak mencari pasir di Sungai Sawur.

Saksi yang pagi itu berada di tepi sungai, kaget mendapati korban sudah meregang nyawa dalam kondisi tergantung di dekat Bendungan Kedung Urung-urung persis di tepi sungai.

Melihat hal itu, ia langsung memberi tahu anak korban, Sri Lestari (26) yang kemudian diikuti kedatangan warga.

Tak lama berselang, tim Polsek Sambirejo bersama tim medis, Babinsa, dan Identifikasi Polres Sragen langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.

Korban gantung diri dengan menggunakan tali yang ditambatkan pada pohon talok tepat di samping perahu.

Menurut Jogoboyo Desa Jambeyan, Hariyanto, tidak ada tanda-tanda atau gelagat mencurigakan dari korban sebelum kejadian.

Namun ia memastikan jika kondisi ekonomi korban memang terbilang miskin, karena rumahnya dibantu lewat rehab rumah tak layak huni (RTLH). Dugaan sementara, aksi nekat itu dipicu oleh tekanan psikis akibat kemiskinan yang dideritanya.

“Sebelumnya nggak ada masalah dan korban ini juga sehat-sehat saja. Memang dia dari keluarga yang tidak mampu. Rumahnya dibantu program bedah rumah. Anaknya dua dan sehari-hari hanya bertani,” papar Hariyanto.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Sambirejo AKP Sudira menyampaikan, hasil olah TKP dan visum medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Korban dipastikan murni bunuh diri.

“Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian itu, akhirnya jenazah korban usai divisum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.