JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Warga Tumang Sudah Geger Dengar Rencana Kunjungan Presiden Jokowi

Warga Tumang Sudah Geger Dengar Rencana Kunjungan Presiden Jokowi

408
BAGIKAN
Joglosemar|Mohammad Ayudha JOKOWI PANEN PADI- Presiden, Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo (kiri) melihat tanaman padi pada kegiatan display teknologi Minapadi di Desa Trayu, Banyudono, Boyolali, Sabtu (29/10).
Joglosemar| Dok
JOKOWI PANEN PADI- Presiden, Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sanjoyo (kiri) melihat tanaman padi pada kegiatan display teknologi Minapadi di Desa Trayu, Banyudono, Boyolali, Sabtu (29/10/2017).

BOYOLALI—Mendengar rencana kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sentra kerajinan Tumang, Desa/Kecamatan Cepogo, ibu-ibu setempat heboh.

Jokowi dijadwalkan me-launching kemudahan impor tujuan ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) akhir Januari ini di sana.

Kabar kedatangan Jokowi sudah didengar masyarakat Tumang. Warga antusias menyambut kedatangan Jokowi nanti. Kehebohan bahkan terjadi terutama di kalangan ibu-ibu, yang ramai membicarakan rencana kedatangan Jokowi tersebut.

“Senang saja kalau Pak Jokowi datang,” tutur Siti Rahayu, salah satu ibu-ibu warga Tumang, Jumat (13/1/2017).

Dia mengaku mendengar kabar tersebut dari obrolan para tetangga. Menurut Siti, jika Jokowi nanti jadi hadir ke Tumang, selain akan memberikan dampak positif perkembangan UKM, juga akan semakin membuat Tumang terkenal.

Sementara itu rencana kedatangan Jokowi ke Tumang disampaikanKasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Deni Surjantoro, dalam rapat koordinasi bersama launching KITE IKM di Gedung Lembu Sora Boyolali, kemarin.

Menurut Deni, Tumang terpilih menjadi tempat untuk lounching KITE IKM karena lolos survei yang dilakukan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Terkait KITE IKM, menurut Deni merupakan kebijakan pembebasan bea masuk dan pajak impor bagi IKM yang memerlukan impor bahan baku.

Dengan catatan, hasil produksi IKM yang melakukan impor bahan baku tersebut nantinya diekspor. Kebijakan KITE IKM ini diharapkan dapat membantu para pelaku usaha IKM dalam mengembangkan usahanya.

“KITE IKM akan diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di sentra tembaga Tumang, Boyolali,” terang Deni.

Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat menegaskan, kegiatan IKM di Tumang mayoritas untuk diekspor. Di sisi lain, bahan bakunya selama ini impor dan diperoleh melalui distributor.

Sehingga pihaknya menyambut positif program KITE IKM, yang diharapkan dapat memotong rantai pasok, bea masuk, serta PPN impor yang akan dibebaskan. Sehingga nantinya pengrajin Tumang akan lebih kompetitif lantaran ongkos bahan baku lebih hemat.

“Harapan kami ini menjadi anugerah, khususnya bagi pelaku IKM di Tumang,” imbuh Wabup.

Ario Bhawono