JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Warga Wonosegoro Diminta Tak Dekati Area Jembatan yang Roboh

Warga Wonosegoro Diminta Tak Dekati Area Jembatan yang Roboh

103
BAGIKAN
Joglosemar/Istimewa JEMBATAN PUTUS : Jembatan penghubung Desa Bandung dengan Desa Kedung Pilang, Kecamatan Wonosegoro putus. Akibatnya, warga dua dukuh di Bandung, yakni Kulon Kali dan Cengklik terisolir, Jumat (20/1/2017).
Joglosemar/Istimewa
JEMBATAN PUTUS : Jembatan penghubung Desa Bandung dengan Desa Kedung Pilang, Kecamatan Wonosegoro putus. Akibatnya, warga dua dukuh di Bandung, yakni Kulon Kali dan Cengklik terisolir, Jumat (20/1/2017).

BOYOLALI – Arus anak sungai Serang yang kini masih cukup deras membuat warga Wonosegoro, Boyolali diminta lebih waspada. Pasalnya, pada Jumat (20/1/2017) ini, intensitas hujan masih cukup tinggi.

Arus deras anak sungai tersebut memang cukup mengkhawatirkan. Terlebih pada pukul 12.30 WIB, jembatan penghubung Desa Bandung dengan Desa Kedung Pilang roboh. Sebagian bangunan malah sudah ikut terseret derasnya arus sungai.

Camat Wonosegoro, Hari Haryanto pun meminta warga tak mendekati lokasi sekitar sungai. “Tidak usah mendekati jembatan yang putus, berbahaya. Apalagi kondisinya juga licin dan arus sungai sangat deras,” katanya, Jumat (20/1/2017) siang.

Akibat kejadian itu, dua dukuh di Desa Bandung kini terisolir. Untuk bisa melewati sungai tersebut, warga Dukuh Kulon Kali dan Cengklik harus mencari jalan lain yang berjarak tempuh sekitar sepuluh kilometer.

Haryanto pun mengatakan, untuk memulihkan aktivitas warga di dua dukuh tersebut, akan segera dibangun jembatan darurat. Hal ini sesuai permintaan warga agar memudahkan akses ke sebrang sungai.

“Jalur ini sangat penting bagi kami, terutama untuk mengangkut hasil bumi. Kalau tidak lewat jembatan ini, harus memutar sangat jauh sekali,” tutur Arifin, salah satu warga Kulon Kali.

Saat ini, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, akses menuju jembatan tersebut ditutup dan ditandai dengan bambu serta batang pohon.

Ario Bhawono