JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Waduh, Sudah Harga Cabai Naik, Bibit Pun di Sukoharjo Langka

Waduh, Sudah Harga Cabai Naik, Bibit Pun di Sukoharjo Langka

32
BAGIKAN
1901 - bobit
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
BIBIT CABAI—Danramil 09/Grogol, Kompol (Inf) Wahono bersama Kapolsek Grogol, Sarwoko dan anggota TNI lainnya menanam bibit cabai di lahan tidur samping Makoramil Grogol.

SUKOHARJO—Harga cabai yang mengalami kenaikan ternyata berimbas pula pada bibit cabai yang mulai berkurang. Masyarakat yang memilih untuk menanam bibit cabai sendiri pun akhirnya mengalami kesusahan saat hendak menanam cabai.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Danramil Grogol, Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batitud) Peltu, Yulianto, Rabu (18/1/2017), yang menerangkan untuk mendapatkan bibit cabai, pihaknya harus memesan jauh-jauh hari. Pemesanan pun tidak dilakukan di Sukoharjo namun di Klaten.

“Kami sudah keliling daerah Bekonang, Mojolaban, Polokarto, Gawok dan Gatak. Tapi tidak ada. Akhirnya ini dapat dari Klaten setelah memesan dulu sekitar seminggu,” ujarnya di sela aksi tanam massal bibit cabai dan terong di lahan tidur samping Makoramil Grogol.

Yulianto menerangkan, dalam aksi tanam bibit cabai dan terong tersebut, para anggota TNI Koramil Grogopl menanam sebanyak 500 bibit terong dan 600 bibit cabai. Harga per boks bibit cabai yang berisi 200 bibit yakni Rp 55.000. Ia mengaku biasanya harga per boks hanya Rp 40.000.

“Penyemai bibit cabai bilang permintaan bibit cabai banyak dan bisa diibaratkan baru satu daun saja sudah dipesan dan diberi uang muka. Bibitnya saja sudah naik. Ini nanti mungkin kami bisa panen sekitar dua bulan kedepan,” ujarnya.

Danramil 09/Grogol, Kapten (Inf) Wahono menambahkan, pemanfaatan lahan tidur di samping Makoramil memang dinilai sangat bermanfaat. Di samping mengingat harga cabai yang kerap naik, penanaman cabai tersebut bisa juga untuk memandirikan masyarakat, khususnya anggota TNI.

“Lahan bisa diaktifkan untuk warung hidup seperti cabai dan terong. Dengan penanaman sayuran seperti cabai dan terong seperti ini, bisa juga digunakan untuk cadangan pangan di kemudian hari untuk keluarga TNI,” tuturnya. Dynda Wahyu Wardhani