JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Wonogiri Butuh Rumah Perlindungan Anak

Wonogiri Butuh Rumah Perlindungan Anak

17
BAGIKAN
Siswa-siswi SDN 1 Bratan saat berpose bersama tokoh upin dan ipin Anak Kreatif Anak Hebat 2016 bersama Pasta Gigi dan Vitamin Citrex Upin & Ipin, Sabtu (15/10/2016) pagi
Siswa-siswi SDN 1 Bratan saat berpose bersama tokoh upin dan ipin Anak Kreatif Anak Hebat 2016 bersama Pasta Gigi dan Vitamin Citrex Upin & Ipin, Sabtu (15/10/2016) pagi

WONOGIRI—Kabupaten Wonogiri dinilai sangat membutuhan rumah perlindungan sosial anak. Hal tersebut menyusul masih tingginya kasus kekerasan pada anak terjadi di daerah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suwartono menyebutkan, rumah perlindungan sosial anak bisa menjadi wadah untuk memberikan perlindungan serta penampungan anak-anak korban kejahatan.

“Baik koban kekerasan seksual, maupun kekerasan yang lainnya,” sebut Suwartono, Selasa (24/1/2017).

Kasus kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Wonogiri, lanjut Suwartono, terbilang sangat tinggi.

Berdasarkan data Dinsos, Wonogiri bahkan menduduki urutan tiga se-provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap dan Wonosobo untuk kasus kekerasan pada anak.

Dengan alasan tersebut maka dinilai perlu ada sebuah rumah untuk menampung dan menguatkan para korban agar tidak mengalami frustasi atau depresi. “Nantinya rumah tersebut akan menjadi perlindungan bagi mereka,” beber dia.

Dinsos Wonogiri berupaya mewujudkan pembangunan rumah perlindungan sosial anak dan diperkirakan tahun ini bakal terwujud dengan adanya pendanaan dari APBD 2017 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wonogiri, Reni Retnasari mengatakan, satgas antikekerasan terhadap anak dan perempuan tingkat kabupaten telah dikukuhkan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Akhir 2016 juga telah dilakukan pengukuhan di 25 kecamatan. Nantinya satgas tersebut akan dibentuk sampai dengan tingkat desa.

Aris Arianto