Setelah 32 Hari, Jasad TKI asal Sragen yang Tewas Terbakar di Taiwan...

Setelah 32 Hari, Jasad TKI asal Sragen yang Tewas Terbakar di Taiwan Akhirnya Tiba di Kedawung

334
Joglosemar | Wardoyo
ISAK TANGIS- Suasana haru dan isak tangis keluarga dan rekan mengiringi kepulangan jasad Eko, TKI asal Kecamatan Kedawung yang tiba di kampung halamannya setelah 32 hari tewas di Taiwan, Sabtu (4/3) dini hari.

SRAGEN- Setelah 32 hari dinanti, jasad Heri Eko Saputro (43), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Bahak, RT 30, Desa/Kecamatan  Kedawung, yang tewas terbakar di mess perusahaannya di Taiwan 24 Januari silam, akhirnya tiba di kampung halamannya, Jumat (3/3/2017) malam.

Kepulangan jasad bapak dua anak itu disambut isak tangis kerabat dan warga serta rekan almarhum.

Suasana duka menyelimuti keluarga, utamanya bapaknya, Saiman Sastro Wiryanto (67) dan Enik Suwati (65). Bahkan, Enik yang tak kuasa menahan duka, berkali-kali jatuh pingsan.

Jasad TKI yang bekerja sejak Mei 2015 di pabrik peleburan baja di Taiwan itu tiba di rumah orangtuanya itu pukul 23.15 WIB. Almarhum diterbangkan dari Taiwan Jumat (3/3/2017) pukul 13.00 dan tiba di Jakarta pukul 21.15 WIB.

Baca Juga :  Formas Sayangkan Mutasi Besar-besaran Kepala Sekolah di Sragen

Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali dan diantar ambulans menuju rumah duka.

Setiba di rumah duka, dilakukan serah terima oleh Plt Kepala Disnaker Sragen, Endang Handayani kepada orangtua korban.

Bersamaan dengan itu, ibu korban langsung histeris dan pingsan. Karena jenazah sudah terlalu lama dan kondisinya hangus terbakar, akhirnya diputuskan petinya tidak dibuka.

Tepat pukul 00.00 WIB, jenazah langsung disalatkan di Masjid Bahak untuk kemudian dimakamkan di TPU Dukuh Mojoroto, Kedawung.

Tak hanya kerabat dan tetangga, ratusan warga anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) juga turut mengantar jasad Eko menuju peristirahatan terakhirnya.

Baca Juga :  Salut,, Ajudan Wabup Sragen Ajak Pasangan Muda Yang Sudah Matang Untuk Tak Takut Melakukan Ini

Dalam sambutannya, Endang Handayani menyampaikan atas nama Pemkab Sragen, mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban. Ia juga menyampaikan santunan duka cita kepada keluarga.

“Pemkab menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban di tempatnya bekerja di Taiwan. Informasinya korban meninggal karena musibah kebakaran di mess perusahaan,” jelasnya.

Sementara, pihak keluarga langsung menggelar acara peringatan 40 hari pada Sabtu (4/3/2017) malam. Hal itu dikarenakan jasad korban memang sudah terlalu lama bisa dipulangkan dan memakan waktu hampir 32 hari.

“Tadi malam langsung diperingati 40 harinya. Warga juga datang berkirim doa dan yasinan,” ujar Sunardi, tetangga korban.

Wardoyo

BAGIKAN