JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Begini Peran Tiga Tersangka dalam Perampokan Sadis di Ngenden

Begini Peran Tiga Tersangka dalam Perampokan Sadis di Ngenden

1728
BAGIKAN
Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano (kiri) menunjukkan barang bukti hasil pencurian tiga tersangka pencurian dengan kekerasan yang berujung tewasnya pensiunan PNS di warga Dukuh Ngenden RT 08 RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Jumat (31/3). Foto : Dynda Wahyu Wardhani

SUKOHARJO – Otak pelaku perampokan disertai pembunuhan dengan korban Sunarmi (67)  warga Dukuh Ngenden RT 08, RW 07, Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sabtu (25/3/2017) lalu, ternyata merupakan tetangga korban.

Tersangka utama yakni SR alias Ari (40) warga Dukuh Ngenden RT 01 RW 09 Desa Banaran merupakan residivis kasus pencurian.

Dia mengajak BG alias Angga (24) warga Kelurahan Panularan, Laweyan dan TG alias Teguh (38) warga Dukuh Bondangan, Desa Banaran untuk melancarkan aksi.

Dalam menjalankan aksi tersebut, SR sebagai otak perampokan bertugas memetakan wilayah dan mengawasi situasi. Sementara BG dan TG sebagai eksekutor yang melakukan perampokan dan menyekap korban.

Aksi yang diketahui warga pada Sabtu (25/3/2017), ternyata sudah direncanakan sejak Kamis (23/3/2017) malam. Namun pada malam tersebut, BG pilih pulang hingga aksi batal digelar.

Barulah pada keesokan harinya, TG mengajak BG untuk beraksi dan menemui SR yang sudah mengamati kondisi sekitar rumah korban.

BG dan TG kemudian masuk ke rumah korban dengan memanjat tembok rumah sebelah kiri. Keduanya masuk ke bagian atas rumah korban yang digunakan untuk menjemur pakaian. Sebelum masuk ruang utama, TG sempat mengambil kaos kaki dan baju yang dijemur untuk menutup kepalanya.

Setelah merangsek masuk, TG langsung menodongkan celurit ke leher korban yang sedang beristirahat. Dia pun menyumpalkan kaos kaki yang diambil sebelumnya ke mulut korban.

BG pun kemudian mengikat tangan dan kaki korban dengan tali jemuran. Keduanya pun beberapa kali bergantian memukul perut dan wajah korban karena berusaha melawan.

“Dari awal korban sudah tertidur di tempat ia meninggal. Maksud awal dari pelaku memukul perut korban hanya untuk melumpuhkan tapi karena mulut korban juga disumbat  jadi korban pun tewas,” jelas Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio Ardano, Jumat (31/3/2017).

Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap kasus tersebut kurang dari sepekan setelah kejadian. SR menjadi kunci terungkapnya kasus tersebut.

“Langkah awal yang kami tempuh untuk menangkap pelaku ini adalah melihat lokasi kejadian. Ternyata di lingkungan tersebut ada residivis kasus pencurian yakni SR yang merupakan tetangga korban. Akhirnya kami menangkap SR dirumahnya dan segera mengembangkan kasus dengan menangkap BG dan TG ,” terang Kapolres.

Dynda Wahyu Wardhani