Besok Mulai Diberlakukan, Ternyata Petani Masih Belum Paham Kartu Tani

Besok Mulai Diberlakukan, Ternyata Petani Masih Belum Paham Kartu Tani

122
ilustrasi kegiatan para petani. Foto : Ario Bhawono

KLATEN—Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten akan memberlakukan Kartu Tani mulai 1 April 2017.

Saat ini sebanyak 80.870 petani di Kabupaten Klaten tercatat sebagai penerima Kartu Tani. Sedangkan jumlah pengecer pupuk bersubsidi yang sudah terdata sebanyak 154 pengecer.

Hanya saja, sebagian pengecer dan petani penerima manfaat justru belum memahami program tersebut. Petani baru sekedar tahu, tapi tidak faham fungsi Kartu Tani itu sendiri. Seperti yang diungkapkan Walidi, petani asal Dusun Mrangi, Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo.

Menurutnya, sosialisasi yang diterima baru sebatas akan direalisasikannya program kartu tani tersebut. Namun cara penggunaannya dan kaitannya dengan sistem pembelian pupuk hingga saat ini belum diketahui petani. Tetapi dia berharap program Kartu Tani segera direalisasikan dan penggunaanya disosialisasikan lagi.

“Petani sangat membutuhkan pupuk bersubsidi setiap kali masa tanam datang,” katanya, Kamis (30/3).

Baca Juga :  Bank Boyolali Kembali Raih Penghargaan Terbaik Nasional

Dengan kartu tani, nantinya pembelian pupuk bersubsidi akan menggunakan Electronic Data Capture (EDC) atau rekam data elektronik.

Meskipun hal ini sudah diketahui oleh pengecer, namun sebagian pengecer menilai lebih mudah transaksi pembelian secara manual.

“Kalau manual bisa langsung dicatat siapa yang membeli hari itu. Apalagi, tidak semua petani membeli pupuk sekarung utuh, ada juga yang membeli sedikit-sedikit,” kata Ariyatun, pengecer pupuk bersubsidi di Desa Solodiran, Kecamatan  Manisrenggo.

Ariyatun khawatir ketika program tersebut direalisasikan, ternyata banyak petani yang tidak paham. Pasalnya sebagian besar petani di wilayah jualnya sudah berusia lanjut sehingga kurang paham dengan transaksi modern.

“Kalau nanti pakai kartu tani, petani harus mengisi saldonya terlebih dahulu. Padahal kebiasaan petani membeli dengan membayar langsung. Jadi cara penggunaannya perlu disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Boyolali Berangkatkan 30 Pelajar ke Luar Negeri

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengakui sebagian petani dan pengecer belum paham Kartu Tani sepenuhnya. Terutama para petani yang sudah berusia lanjut.

“Memang masih ada petani yang belum paham cara menggunakan Kartu Tani. Namun 1 April nanti tetap diberlakukan. Kita coba dulu nanti, bila ada kendala di lapangan kemungkinan ada revisi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Jawa Tengah (Jateng),”katanya.

Menurut Widiyanti, bila nantinya pada 1 April masih ada petani yang belum bisa menggunakan Kartu Tani. Para petani masih bisa membeli pupuk dengan cara manual, karena masih ada toleransi.

“Membeli pupuk dengan Kartu Tani juga tidak perlu langsung mengisi saldo rekening bank, bisa zero saldo dulu. Namun sesuai kesepakatan petani dan pengecer, terlebih dahulu,” ujarnya.

Dani Prima

BAGIKAN