Ceritalah ASEAN Ajak Mahasiswa UNS Mengenal ASEAN

Ceritalah ASEAN Ajak Mahasiswa UNS Mengenal ASEAN

27

SOLO– Ceritalah ASEAN yang berada di bawah naungan Karim Raslan Assosiation (KRA) mengajak mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk mengenal ASEAN. Demikian disampaikan Owner KRA, Karim Raslan di hadapan para mahasiswa UNS di Auditorium UNS, Rabu (29/3/2017) dalam rangka Ceritalah ASEAN Datang ke Solo.

Dalam kegiatan tersebut, Karim mendorong masyarakat Solo agar semakin mengenal ASEAN secara global. Tak hanya itu, melalui kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepentingan ASEAN. “Sehingga kami juga menghadirkan pembicara pendamping yaitu Phan Dieu Linh dari Vietnam, Lovella May D Magro dari Filipina dan Andrik Purwasito dari Indonesia yang juga Dosen FISIP UNS,” kata Karim.

Baca Juga :  UMS Sebagai Pusat Kaderisasi Persyarikatan

Lanjut Karim, dirinya ingin mengenalkan ASEAN ke Kota Solo. Begitu juga ketika berada di negara ASEAN lainnya, juga memperkenalkan Solo ke ASEAN. “Untuk itu saya ajak kepada semua mahasiswa untuk mengenal ASEAN,” imbuh Karim.

Menurutnya, mengenal Indonesia saja itu tidak cukup untuk pengetahuan di masa depan. Bahkan sebagai seorang mahasiswa jangan hanya menguasai satu bahasa saja. “Kuasailah beberapa bahasa. Sebagai anak muda harus membuka mata kalau negara tidak hanya Indonesia. Dan kami pun membuka kesempatan kepada mahasiswa yang ingin menjelajah ASEAN untuk magang di tempat kami,” kata Karim.

Baca Juga :  Perjalanan Mengharukan Calon Wisudawan Unisri, Sempat Dilarang Orang Tua hingga Kuasai Enam Bahasa

Untuk program magang ini memiliki durasi waktu minimal tiga bulan. “Kami memiliki kantor perwakilan di Jakarta. Banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang magang di tempat kami untuk lebih mengenal ASEAN,” ujar Karim.

Sementara itu, Andrik Purwasito mengatakan kegiatan ini digelar oleh Internasional Office UNS bekerja sama dengan Jendela Budaya Indonesia UNS. Andrik menilai selama ini pengetahuan mahasiswa seputar ASEAN masih rendah. “Kalau dalam perkuliahan, baru politik dan pemerintahan ASEAN yang banyak dikenalkan, untuk yang lainnya tentang ASEAN misal kuliner, heritage, handycraf masih kurang,” kata Andrik. Dwi Hastuti

BAGIKAN