JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dampak Jeglongan Sewu, Gerakan Bagi Sewu Masker Mendadak Ramaikan Sragen

    Dampak Jeglongan Sewu, Gerakan Bagi Sewu Masker Mendadak Ramaikan Sragen

    359
    BAGIKAN
    Aksi solidaritas Sedulur Sragen dengan membagi 1000 masker di Alun-Alun Sragen, Jumat (24/3/2017). Joglosemar/Wardoyo

    SRAGEN- Banyaknya jalan berlubang dan rusak parah di wilayah Sragen, ternyata tak hanya mengganggu kelancaran transportasi. Rusaknya jalan juga memicu masalah baru yakni polusi debu yang belakangan memantik protes dan keluhan dari warga sekitar jalan rusak maupun pengendara yang melintas.

    Berangkat dari keprihatinan itu, sekelompok aktivis dari berbagai kalangan yang mengatasnamakan Sedulur Sragen, menggelar aksi solidaritas bagi-bagi masker kepada warga Jumat (24/3/2017). Uniknya, jumlah masker yang dibagikan pun berjumlah 1.000 buah.

    “Sesuai dengan niat kita yang prihatin dampak debu Jeglongan Sewu, masker yang kita bagi hari ini juga ada 1.000 buah,” ujar koordinator aksi, Dorman Meison Damanik, MBA.

    Ribuan masker itu dibagi ke pengendara yang melintas di sejumlah titik kerusakan jalan yang memicu banyak debu. Diantaranya di perempatan Terminal Lama, Alun-alun, di perempatan Teguhan, Transito dan jalan nasional ring road selatan menuju Dishub yang saat ini hampir mirip arena offroad lantaran dipenuhi lubang besar dan berdebu.

    Limabelas orang yang terjun dalam aksi itu juga membagi masker dari rumah ke rumah warga yang dekat dengan jalan rusak di sepanjang ring road selatan.

    Aksi bagi 1000 masker ke rumah warga di dekat jalur rusak Terminal Lama Sragen. Joglosemqr/Wardoyo

    Menurutnya, aksi itu digelar spontanitas dari teman-teman nongkrongnya. Karena sering melintasi Jeglongan Sewu yang berdebu, akhirnya terpantik keprihatinan untuk urunan membeli masker guna dibantukan. Terlebih, gelombang keluhan dan protes debu di beberapa wilayah sempat memenuhi halaman media sosial beberapa hari terakhir.

    “Harapan kami meski hanya masker, setidaknya bisa meringankan beban warga yang terdampak debu. Karena itu juga bisa berbahaya bagi kesehatan. Mudah-mudahan pemerintah daerah dan yang terkait bisa segera mengaspal dan memperbaiki jalan yang rusak agar debu segera teratasi,” jelasnya.

    Salah satu tukang becak di wilayah Terminal Lama, Widodo (66) mengaku sangat tersiksa dengan kondisi jalan rusak saat ini. Selain menambah lama perjalanan, debu yang ditimbulkan juga amat menggangunya yang hampir tiap hari melintasi jalur rusak.

    “Sangat mengganggu mas. Nggak hanya ganggu pandangan, tapi juga nafas. Ini sepertinya sudah sangat-sangat telat memperbaiki hingga akhirnya parah begini. Makasih sudah diberi masker Mas,” ketusnya.

    Ia juga berharap pemerintah baik daerah, provinsi maupun pusat segera tergerak memperbaiki jalan sehingga penderitaan warga dan ketidaknyamanan yang terjadi bisa segera berakhir. (#Wardoyo)