JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Duar! Tungku Peleburan Logam Meledak, 6 Orang Kecipratan Logam Meleleh

Duar! Tungku Peleburan Logam Meledak, 6 Orang Kecipratan Logam Meleleh

318
BAGIKAN
Dok Humas Polres Klaten
TUNGKU MELEDAK—Seorang pegawai menunjukkan bekas tungku peleburan logam yang meledak di pabrik cor logam di Dukuh Mondokan Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Rabu (29/3/2017)

 KLATEN—Tungku peleburan logam milik CV Kembar Jaya di Dukuh Mondokan Desa Klepu Kecamatan Ceper meledak, Rabu (29/3/2017). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di pabrik pengecoran logam tersebut. Tetapi, enam orang di sekitar tungku tersebut mengalami luka bakar akibat percikan logam panas dari tungku yang meledak itu.

Informasi yang dihimpun Joglosemar, enam korban ledakan tungku pengecoran logam itu dirawat di Klinik Medika Farma yang tidak jauh dari lokasi pabrik. Mereka adalah dua mahasiswa magang dari Politeknik Manufaktur (Polman) Ceper, Eldi (19) dan Arif Polman (20) serta empat karyawan Sunarno (43), Dedi (34), Sularno (36) dan Anito (46).

Kapolsek Ceper AKP Damin membenarkan informasi tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan penyelidikan sementara, tungku peleburan logam itu meledak diduga karena kemasukan air. “Anggota langsung ke lokasi kejadian untuk olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Dugaannya, ada air yang masuk ke dalam tungku tempat untuk meleburkan logam dan terjadi ledakkan,” kata AKP Damin mewakili Kapolres Klaten AKBP M Darwis.

AKP Damin melanjutkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab meledaknya tungku peleburan logam itu. “Kami belum mengambil keterangan dari enam korban yang terkena ledakkan tungku itu. Sebab enam korban sudah pulang setelah mendapat perawatan di Klinik. Para korban hanya luka ringan terkena percikkan bunga api. Jadi tidak ada korban yang terkena ledakkan langsung atau tersiram logam panas,” jelasnya.

Menurut Damin, kerugian ditaksir Rp 100 juta. Kerusakkan berat terjadi pada tungku peleburan logam dan rusak ringan pada atap pabrik. “Untuk sementara pabrik kita minta berhenti operasional dulu. Dan dari kesimpulan olah TKP ini merupakan kecelakan kerja,” pungkasnya. #Dani Prima