Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Hadiluwih, Dua Kubu Datangi Polres Sragen

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Hadiluwih, Dua Kubu Datangi Polres Sragen

156
Ratusan warga Hadiluwih menggelar demo di depan balai desa setempat menuntut Kades Wiranto mundur dari jabatannya. Foto : Wardoyo

SRAGEN – Dua kuasa hukum dari dua kubu yang berkonflik terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kades Hadiluwih di Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang saling klaim dan saling optimis terhadap keyakinan mereka atas kasus tersebut.

Hal itu terungkap ketika dua pengacara dari kubu Kades dan warga, sama-sama mendatangi Polres untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut, Kamis (30/3/2017).

Kubu Kades diwakili kuasa hukumnya, Fadhil Mansyurudin sedangkan dari warga, mewakilkan kuasa hukumnya, Jumadi. Seusai menghadap petugas Unit Tipikor Reskrim, Fadhil berusaha meyakinkan bahwa kliennya tidak melakukan korupsi seperti yang dituduhkan warga. Sebaliknya, ia menilai kesalahan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan desa, lebih pada aspek administrasi.

Baca Juga :  Soal Nasib Lelang 29 Proyek Jalan di Sragen, DPRD Dukung Keputusan Bupati

Soal indikasi mark up harga pembelian perangkat kursi, sound system dan lain-lain dengan selisih hampir Rp 33 juta, menurutnya juga hanya persoalan administrasi.

“Korupsinya di mana. Wong barang yang dibeli juga ada. Selisih harga direkomendasi Inspektorat agar dikembalikan, juga sudah dikembalikan. Menurut saya, itu hanya kesalahan administrasi. Karena perangkat desanya sudah tua-tua dan belum begitu memahami pengadministrasian. Saya yakin tidak di Hadiluwih saja, hampir semua desa pasti terkendala itu,” paparnya.

Soal kekurangan proyek yang belum selesai, karena saat ini Kades dalam masa skorsing, kegiatan kelanjutan memang dihentikan dan baru akan dilaksanakan setelah skorsing selesai.

Baca Juga :  2 Siswa di Sragen Ini Nekat Gabung Sindikat Pencuri Burung. Alasannya Sungguh Mengejutkan

Di sisi lain, kuasa hukum warga, Jumadi mengatakan kedatangannya ke Polres kemarin untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus yang sudah lama belum kunjung ada kepastian peningkatan status.

Ia hanya berharap kepolisian mempercepat penanganan kasus itu, transparan dan profesional dalam menangani indikasi korupsi itu.

Terpisah, Kanit Reskrim AKP Supadi mewakili Kapolres AKBP Cahyo Widiarso memastikan penanganan kasus itu jalan terus dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Ia mengatakan, penanganan kasus yang terindikasi mengarah korupsi, memang butuh waktu dan tetap ditangani sesuai prosedur.

Wardoyo

BAGIKAN