Gara-gara Ini Belasan Ribu Pemilik Kendaraan di Sragen Bakal Diburu

Gara-gara Ini Belasan Ribu Pemilik Kendaraan di Sragen Bakal Diburu

2898
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
ilustrasi

SRAGEN– Sebanyak 13.000 kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat di Kabupaten Sragen menjadi buruan pihak UP3AD Samsat Sragen. Pasalnya, belasan ribu kendaraan itu masih tercatat menunggak alias belum dilunasi pajaknya.

Kasie Pajak Kendaraan Bermotor UP3AD Samsat Sragen, Kiswanto mengatakan 13.000 kendaraan bermotor yang menunggak pajak itu merupakan data tercatat hingga akhir 2016 lalu.

Dari jumlah itu, sebagian menunggak pada tahun berjalan namun tak sedikit yang nunggak lebih dari satu tahun. “Itu data sampai akhir 2016 lalu. Masih ada sekitar 13.000 kendaraan yang belum dipajakkan,” paparnya, Minggu (12/3/2017).

Baca Juga :  Penggerebekan Bandar Terbesar Sragen. Polisi Tercengang Lihat 2 Kardus Berisi 32.750 Butir Pil Koplo

Terkait masih tingginya tunggakan, pihaknya terus mengintensifkan penagihan melalui berbagai kegiatan.

Selain razia gabungan bersama Tim Satlantas Polres, optimalisasi tunggakan juga dilakukan dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah pemilik kendaraan yang nunggak atau door to door.

Tidak hanya itu, sosialisasi dengan Pemkab juga dilakukan untuk menyebarluaskan kepada masyarakat yang belum memenuhi kewajiban pajak kendaraannya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggandeng Pemdes agar ikut membantu sosialisasi kepada warga.

“Ada tim yang melakukan penagihan door to door. Untuk yang terjaring saat razia, kalau yang bawa uang biasanya langsung membayar saat itu juga, Yang tidak bawa uang atau belum siap, nanti membuat surat pernyataan kesanggupan bayarnya kapan. Nanti kita hubungi juga,” terangnya.

Baca Juga :  Armada Mudik Lebaran, Bupati Juliyatmono Imbau Pengusaha Bus Patuh

Ia menambahkan, bagi penunggak pajak kendaraan akan dikenakan sanksi denda bagi tunggakan maksimal lima tahun.

Untuk denda tahun pertama sampai tahun ke empat besarannya sampai 48 persen dari nilai pokok pajak.

Sedangkan tahun kelima besarnya denda 24 persen. “Untuk tunggakan tahun berjalan, per bulan dikenakan denda dua persen,” tandasnya.

Wardoyo

BAGIKAN