JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Semua Jenis Ojek Terancam Dilarang di Solo, Kok Bisa Ya?

Semua Jenis Ojek Terancam Dilarang di Solo, Kok Bisa Ya?

738
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
LARANGAN OPERASIONAL OJEK—Pengemudi ojek online melintas di jalan Adi Sucipto, Manahan, Banjarsari, Surakarta, Rabu (29/3/2017).

SOLO – Moda transportasi roda dua di Solo terancam harus ditutup lantaran bertentangan dengan Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Untuk itu, Pemkot bakal mengundang perwakilan manajemen ojek baik konvensional dan online mengenai regulasi itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno mengungkapkan forum tersebut tidak akan membahas tentang ojek yang menggunakan sistem online yang beberapa waktu lalu menjadi permasalahan di Kota Bengawan.

“Kita tidak membahas soal online atau tidak. Tapi kita hanya menyampaikan regulasi yang ada yakni UU Nomor 22 Tahun 2009 yang tidak mengatur soal moda transportasi roda dua. Yang diatur hanyalah roda empat dan seterusnya,” ungkapnya, Rabu (28/3/2017).

Lantaran UU hanya menyebutkan moda transportasi roda empat dan seterusnya, maka bisa diartikan jika keberadaan roda dua yang dijadikan alat transportasi massal tidak ada landasan hukum. Dengan alasan apapun, maka tidak akan mengubah kondisi yang ada.

“Untuk itu, kami berencana mengundang ojek baik online maupun konvensional. Kami akan menyampaikan aturan hukumnya seperti apa. Bukan masalah suka atau tidak suka tapi kami bersifat normatif sesuai dengan aturan yang ada,” paparnya.

Pihaknya pun juga sudah membentuk tim untuk menyikapi masalah ojek di lapangan. Di mana, tim itu terdiri dari Dishub, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan beberapa pihak lainnya.

Hal senada juga disampaikan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Menurutnya, Pemkot tidak bisa melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkot akan melakukan pendekatan dengan mengundang ojek baik konvensional maupun online untuk membahas hal itu. “Nanti Dishub akan membahasnya dengan ojek. Kami harapkan ini tidak menjadi polemik,” tegasnya.