JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kasat Narkoba Polres Sragen Dimutasi, Begini Penjelasan Polda

Kasat Narkoba Polres Sragen Dimutasi, Begini Penjelasan Polda

2000
BAGIKAN
BERI ARAHAN- Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R. Djarod Padakova saat mewakili Kapolda memimpin pengarahan kepada jajaran menghadapi persiapan Pilkada serentak 7 daerah di Jateng, di halaman Mapolda Jateng, Kamis (9/2/2017). Foto Humas Polda Jateng

SRAGEN—Polda Jateng resmi memutasi AKP Joko Purnomo dari jabatannya sebagai Kasat Narkoba di Polres Sragen.

Kepastian itu terungkap menyusul turunnya surat telegram (TR) dari Polda terkait mutasi jabatan Joko yang diterbitkan beberapa hari lalu.

Dalam TR yang diterbitkan Polda itu, Joko dimutasi menjadi perwira menengah (Pama) di Polres Sragen. Posisinya akan digantikan oleh AKP Joko Satrio Utomo yang saat ini menjabat sebagai Kanit Patroli Polresta Surakarta.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono melalui Kabid Humas Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Purnomo memang dimutasi dari jabatannya.

Namun ia memastikan mutasi itu murni untuk kepentingan penyegaran, rotasi dan pertimbangan untuk karier yang bersangkutan.

“Memang benar (dimutasi). Tapi mutasi itu adalah hal yang wajar untuk rotasi dan penyegaran. Juga untuk kepentingan karier,” ujarnya, Kamis (30/3/2017).

Soal mutasi apakah ada benang merah dengan kasus tertangkapnya Kanit Narkoba Polres Sragen, Aiptu AGS yang ditengarai menjadi bandar sabu, Djarod menegaskan tidak ada kaitannya sama sekali.

Menurutnya, mutasi itu tidak ada kaitannya dengan kasus yang menjerat bawahan Kasat tersebut. “Murni untuk penyegaran saja,” tegasnya.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Wakapolres Kompol Danu Pamungkas Totok menyampaikan, TR dari Polda terkait mutasi Kasat Narkoba memang sudah turun ke Polres. Joko akan dimutasi menjadi Pama di Polres Sragen.

Sedangkan posisinya akan diisi oleh AKP Joko Satrio Utomo dari Polresta Surakarta. “Serah terima jabatannya kalau enggak salah tanggal 7 atau 8 April nanti,” ujarnya.

Perihal alasan mutasi Joko itu, Wakapolres juga senada dengan Kombes Djarod bahwa mutasi itu lebih karena kepentingan penyegaran biasa. Tidak terkait dengan kasus tertangkapnya Kanit Narkoba, Aiptu AGS awal bulan lalu.

Di sisi lain, mutasi Joko memang mengundang beragam kabar. Pasalnya mutasi terjadi hanya dalam waktu kurang dari sebulan sejak penangkapan Aiptu AGS oleh tim Polda karena terindikasi mengonsumsi dan menyuplai sabu tanggal 5 Maret lalu.

 Wardoyo