Mangkunegaran Adaptif Terhadap Kemajuan Zaman

Mangkunegaran Adaptif Terhadap Kemajuan Zaman

51
Ilustrasi

Hari Minggu (19/3) kemarin, Pura Mangkunegaran menggelar  seminar bertajuk “Merevitalisasi Strategi Kebudayaan Mangkunegaran”, yang mengambil tempat di Pendapa besar Mangkunegaran. Seminar menghadirkan tiga pembicara, yakni Rektor ISI Surakarta Prof Sri Rochana, Kepala Dinas Kebudayaan Sis Ismiyati dan budayawan St Wiyono.

Seminar tersebut merupakan bagian dari upaya merevitalisasi potensi seni dan budaya yang dimiliki Pura Mangkunegaran. Pembina Kemantren Langenpraja Mangkunegaran, GRAj Ancila Sura Marina Sudjiwo mengungkapkan, Pura Mangkunegaran kini dalam proses penataan diri melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan penyelenggaraan seminar kebudayaan tersebut.

Penataan diri menurutnya memang perlu dilakukan untuk memaknai perkembangan budaya yang terjadi dengan cepat. Penataan tersebut dilakukan terhadap potensi budaya yang dimiliki, karena Pura Mangkunegaran, sebagaimana juga Keraton Kasunanan Surakarta, merupakan pusat kebudayaan di Kota Solo. Ia berharap  seminar tersebut mampu menggali dan merevitalisasi kebudayaan Pura Mangkunegaran yang telah dibangun oleh para leluhur.

Ada catatan menarik dari seminar di Pura Mangkunegaran ini, salah satunya adalah sikap terbuka yang ditunjukkan oleh para pengageng Pura terhadap perkembangan zaman. Sebagai sebuah ikon budaya Jawa, para pengageng Pura Mangkunegaran tidak terjebak pada sikap feodalistik. Justru sebaliknya, Pura Mangkunegaran justru menunjukkan sikap dan pandangan visioner demi kelestarian sekaligus pengembangan budaya.

Salah satu buktinya, di tengah derap dan laju modernitas ini, muncul kesadaran dari dalam untuk melakukan refleksi dan merevitalisasi diri. Ini adalah salah satu bentuk kerendahan hati, dengan mempersilakan pihak luar membedah Pura Mangkunegaran dari berbagai sudut pandang.

Sikap keterbukaan tersebut bisa jadi merupakan strategi untuk dapat mempertahankan nilai-nilai budaya luhur di Pura Mangkunegaran. Sikap yang adaptif terhadap perkembangan  zaman dan lingkungan memang merupakan salah satu cara efektif agar mampu bertahan di tengah gempuran modernisasi. Tentu saja, sikap adaptif ini dilakukan  dengan tidak  meninggalkan ajaran-ajaran tradisional yang dipercaya memiliki nilai luhur.

1
2
BAGIKAN