Mengejutkan, Polres Sragen Isyaratkan Hentikan Kasus PSHT. Ada Apa?

Mengejutkan, Polres Sragen Isyaratkan Hentikan Kasus PSHT. Ada Apa?

3743
Ilustrasi

SRAGEN– Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso secara mengejutkan mengisyaratkan akan menghentikan sementara penanganan kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang melibatkan enam tersangka dalam bentrok dua kelompok pemuda sesama warga perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tanon, akhir pekan lalu. Sebaliknya, ia menyampaikan akan lebih mengdepankan penyelesaian kekeluargaan seperti yang dikehendaki kedua belah pihak.

“Kemarin dari kedua pihak keluarga memang mengajukan supaya dimediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Makanya mungkin kita akan hentikan sementara,” paparnya kepada Joglosemar, Rabu (29/3/2017)

Penghentian itu nantinya akan diikuti dengan pernyataan dari para tersangka untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Apabila masih nekat mengulangi, maka baru akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga :  Mengejutkan, Polisi Amankan Barang Mewah Ini dari Mantan Caleg Nasdem Sragen Yang Tertangkap Simpan Sabu

“Saya kan nggak bisa menjamin apa dia berbuat lagi apa tidak. Makanya ini kita berhentikan sementara dulu,” jelasnya.

Keputusan penghentian itu selain sudah ada permintaan dari kedua pihak, salah satu tersangka juga diketahui masih di bawah umur. Tersangka itu adalah warga PSHT berinisial MZN (17), asal Dukuh Gabugan, Desa Gabugan yang sebelumnya ditetapkan tersangka penganiayaan.

Menurut Kapolres, sesuai UU khusus terkait pelaku anak-anak, kepolisian harus menerapkan diversi. Sementara untuk lima tersangka lainnya yang tiga diantaranya saat ini masih ditahan, karena masih dalam satu organisasi yang sama yakni PSHT, kemungkinan juga akan dilakukan mediasi serupa.

Baca Juga :  Bandar Pil Koplo Mojogedang Ditangkap di Alun-Alun Sragen. Polisi Sita Ratusan Butir Barang Bukti

“Kan pengeroyokannya itu masih ada kaitannya dengan anak-anak juga,” tukasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, pihaknya sudah mengundang Ketua PSHT Cabang Sragen, Ranting Tanon dan pihak orangtua maupun keluarga para tersangka dan korban untuk dilakukan mediasi. Sebelumnya, Ketua PSHT Cabang Sragen, Jumbadi memastikan sudah ada mediasi dan kedua belah pihak menyatakan sudah sepakat berdamai dan tidak ada masalah. #Wardoyo

BAGIKAN