Pemkot Tak Anggarkan Pembebasan Lahan Jalur Kereta Balapan-Adi Soemarmo

Pemkot Tak Anggarkan Pembebasan Lahan Jalur Kereta Balapan-Adi Soemarmo

92
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
ilustrasi

SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tidak mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan terdampak proyek Kereta Api integrasi dari Stasiun Balapan ke Bandara Adi Soemarmo.

“Kita tidak menyiapkan anggaran pembebasan lahan yang kena proyek kereta api bandara. Kita  menunggu saja dari Pemerintah Pusat bagaimana,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta, Budi Yulistianto, Minggu (19/3/2017).

Berdasarkan perencanaan ada sekitar 37.550 meter persegi lahan di Kelurahan Kadipiro terdampak proyek ini. Nantinya lahan tersebut akan dipakai untuk membangun dobel track sebagai jalur kerata api bandaran.

Baca Juga :  Siwo PWI dan Best Western Tanding Futsal

Hanya saja, kata Budi, sampai saat ini belum ada pembahasan dengan pemerintah pusat mengenai masalah itu.

“Itu rencananya dibangun tahun 2018 nanti, harusnya tahun ini sudah dilakukan pembebasan lahan. Perkiraan di Solo itu tidak ada pembebasan lahan,” ujarnya.

Proyek kereta api bandara direncanakan melewati tiga wilayah yakni Solo, Karanganyar dan Boyolali. Di mana jalurnya dari Stasiun Balapan melintasi jalur kereta api ke Purwodadi kemudian mendekati jalan tol akan belok barat sampai bandara.

“Jalur KA ini akan dibangun seperti jalur di Bandara Kualanamu Medan. Pemkot mendukung rencana proyek ini dan berharap secepatnya bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan mendukung rencana ini. “Ini pastinya akan lebih mudah dan cepat, baik itu dari Solo ataupun Yogyakarta,” imbuhnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan saat ini PT KAI sudah mengantongi rekomendasi pembangunan jalur KA bandara dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akhir Februari lalu.

Saat ini pihaknya tinggal menunggu keputusan Menteri Perhubungan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Ari Welianto

BAGIKAN