JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen PKB Sragen Minta Ponpes Tingkatkan Penguasaan Kitab Kuning

PKB Sragen Minta Ponpes Tingkatkan Penguasaan Kitab Kuning

80

SRAGEN– Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sragen meminta kalangan pondok pesantren (Ponpes) untuk tetap menjawa tradisi penguasaan ilmu kitab kuning.

Selain penting dan kitab baku di kalangan Ponpes, imbauan itu disampaikan menyusul masih banyaknya Ponpes yang dinilai perlu meningkatkan penguasaan santrinya terhadap kitab kuning.

Hal itu disampaikan Ketua DKC Garda Bangsa PKB Sragen, Muslim di sela-sela pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning yang dihelat di Sekretariat DPC PKB Sragen, Minggu (19/3/2017).

Ia mengatakan lomba Kitab Kuning itu digelar salah satunya untuk membangkitkan tradisi mempelajari kitab itu di kalangan Ponpes.

Sebab diakuinya dari ratusan Ponpes yang ada di Sragen, hanya sekitar 10 Ponpes yang mengirimkan delegasinya dalam lomba tersebut.

“Jumlah Ponpes di Sragen ratusan tapi tidak semua bisa mengikutkan santrinya. Karena mungkin penguasaannya santrinya belum sampai ke arah sana. Karena mempelajari kitab kuning itu memang nggak mudah dan ada tingkatan-tingkatannya baik aspek fiqih maupun gramatika bahasa arab,” paparnya.

Menurutnya, penguasaan Kitab Kuning mutlak diperlukan karena itu akan menjadi pintu masuk untuk menjadi tafsir alQuran yang andal. Lewat lomba Kitab Kuning diharapkan juga memotivasi santri untuk lebih giat mendalaminya.

Legislator asal Gesi itu juga menyampaikan Kitab Kuning dikarang oleh pengarang besar Islam yang tidak kalah dengan kitab kontemporer dan buku-buku terkini.

Nantinya juara di Musabaqoh tingkat kabupaten itu akan dikirim ke ajang provinsi dan jika lolos akan mendapat kesempatan berlaga di jenjang nasional.

Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli juga mendorong Ponpes serta santri untuk lebih giat mempelajari Kitab Kuning.

Sementara Ketua PC NU, Ma’ruf Islamudin menekankan penguasaan Kitab Kuning sangat penting sekali karena mendatangkan banyak barokah. Ia juga berpesan jika ingin membesarkan NU, masyarakat diminta memasukkan anaknya ke Ponpes.

Wardoyo

BAGIKAN