PVMBG Sebut 23 Kecamatan di Klaten Rawan Banjir Bandang

PVMBG Sebut 23 Kecamatan di Klaten Rawan Banjir Bandang

439
ilustrasi banjir. Foto : Dynda Wahyu Wardhani

KLATEN–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut 23 kecamatan di Kabupaten Klaten masuk peta rawan terjadi pergerakan tanah dan banjir bandang.

Artinya dari 26 kecamatan di Klaten, hanya Kecamatan Ngawen, Wonosari dan Prambanan yang bebas dari potensi gerakan tanah dan banjir bandang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Bambang Giyanto membenarkan adanya pemetaan yang dilakukan oleh PVMBG tersebut.

Meskipun surat resminya ke BPBD Klaten belum ada tetapi pemetaan itu sudah beberapa kali dibahas di rapat koordinasi tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Klaten.

Baca Juga :  Operasi Bina Kusuma Candi 2017, Polres Klaten Razia Anak Punk

Menurutnya, Pemkab Klaten dalam hal ini BPBD tidak akan mengesampingkan hasil pemetaan itu, Mengingat, pemetaan itu pastinya sudah melalui kajian teknis.

Meskipun dari sisi logika kecil kemungkinan terjadi, tetapi Pemkab tidak akan sembrono. Apalagi akhir-akhir ini bencana alam tidak bisa diduga datangnya.

“Banjir di Kabupaten Garut adalah salah satu contohnya. Sungai yang jarang meluap tahun lalu mendadak terjadi banjir bandang. Dengan kejadian semacam itu, kita sudah menyiapkan antisipasi,”kata Bambang, Minggu (19/3/2017).

Baca Juga :  Diciduk Tim Saber Pungli, Begini Penjelasan Camat Manisrenggo

Bambang melanjutkan, bahkan bersama Pemprov Jateng sudah membangun tiga posko siaga bencana di sepanjang hilir Sungai Woro masuk ke alur Sungai Dengkeng sebagai sungai terbesar. Posko itu ada di Kecamatan Gantiwarno, Bayat dan Cawas.

Pendanaan posko, kata Bambang, berasal dari bantuan Pemprov sehingga pemetaan itu tidak bisa disepelekan.

“Kita tetap selalu waspada terhadap kemungkinan bencana alam yang terjadi di Klaten. Karena kita tentu tidak bisa menduganya,”ujarnya.

Dani Prima

BAGIKAN