JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo RS Karima Utama Ajak Warga Cuci Tangan dengan Benar

RS Karima Utama Ajak Warga Cuci Tangan dengan Benar

28
Dok. RS Karima Utama
CAP TANGAN—Sejumlah warga Desa Ngabeyan saat membubuhkan cap tangan saat kegiatan cuci tangan bersama dengan cara yang benar sesuai WHO di Rumah Sakit Karima Utama Kartosuro, Jumat (17/3).

SUKOHARJO—Dalam rangka Hari Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Rumah Sakit Karima Utama (RSKU) Kartasura menggelar aksi cuci tangan bersama dengan 100 warga Desa Ngabeyan, Jumat (17/3/2017) di Ruang Poliklinik II RSKU.

Tak sekadar cuci tangan, warga tersebut dilatih mencuci tangan dengan benar sesuai dengan ketentuan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia.

“Cuci tangan sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh WHO itu penting. Karena dari situ kita semua bisa tercegah dari infeksi,” ucap Ketua Panitia Acara, Kurnia Esa Asmaraningjati di sela kegiatan.

Kurnia menjelaskan, ada enam langkah cuci tangan yang benar sesuai ketentuan WHO. Setiap langkah dilakukan dalam empat hitungan. Pertama, ratakan sabun atau pembersih tangan pada telapak tangan dan usap gosok keduanya secara lembut dengan arah berlawanan.

Kedua, usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari tangan. Keempat, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci.

Kelima, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian, dan keenam, letakkan ujung jari ke telapak tangan posisi menguncup, kemudian diputar bergantian.

Akhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

“Diharapkan para peserta bisa menularkan tata cara cuci tangan yang benar kepada keluarga dan orang sekitar mereka agar kita semua bisa terhindar dari penyakit yang bersumber dari bakteri yang ada di tangan,” tukasnya.

Selain mengajarkan cuci tangan dengan benar, pada kesempatan tersebut, RSKU juga mengadakan penyuluhan tentang osteoporosis dengan narasumber dr Bela Dirk.

Menurutnya, osteoporosis adalah penyakit yang kerap tidak disadari oleh penderita atau silent disease. Tak jarang, penderita baru menyadari bahwa ia menderita osteoporosis setelah mengalami cedera pada tulang.

“Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan tulang di mana biasanya diderita oleh wanita yang umurnya di atas 50 tahun atau setelah menopause. Sedangkan untuk pria di atas 65 tahun,” tuturnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN